Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

tanya Sita seperti tak sabar saat Bumi berhenti untuk menyesap dulu rokoknya. "Di antaranya ada puisi untuk perempuan yang tak begitu kukenal, tapi cukup sering kulihat di kampus. Ada juga puisi untuk perempuan yang kemudian jadi istriku... sekarang sudah jadi mantan istri. Dan...," Bumi menoleh sebentar ke wajah Sita, lalu melanjutkan dengan suara pelan tapi mantap, "ada pula puisi yang kutulis untuk Teteh."
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 277 Times as materi tentang puisi
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Tanya Bu Cahaya kemudian. "Sudah Bu," jawab semua murid kompak. "Kita lanjutkan materi kemarin tentang karya sastra." "Penyumbang inspirasi terbesar dalam karya sastra adalah cinta. Dari hanya satu kata cinta bisa melahirkan begitu banyak makna. Cinta konon bisa menghadirkan kebahagiaan juga bisa menghadirkan nestapa yang tak terperikan." Murid-murid menyimak dengan takzim penjelasan Bu Cahaya.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as materi tentang puisi
Read
+Library
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Khai berdiri tegak, tangannya dimasukkan ke saku celana. "Ujian minggu depan bukan tentang seberapa banyak materi yang kalian hafal, tapi tentang seberapa mampu kalian memilih diksi yang tepat untuk menjelaskan apa yang tidak terlihat oleh mata." Ia kemudian menutup buku besarnya. "Kelas selesai. Silakan pulang dan jangan ada yang 'menanti' saya di parkiran untuk bertanya soal jawaban."
711 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as materi tentang puisi
Read
+Library
Marvin Rock Si Suami Terhebat

Marvin Rock Si Suami Terhebat

Dulu sewaktu kuliah, kalau bosan belajar sains, dia akan menyibukkan diri dengan membaca puisi. Namun, malam ini Marvin kecewa lantaran puisi-puisi yang ditampilkan adalah karya-karya terbaru. Marvin tahu bahwa dua puisi yang barusan dibacakan adalah karya kontemporer yang bahkan anak SMP saja tahu itu. Tidak puas, Marvin berharap di puisi yang ketiga bakal ada karya lama yang diangkat.
1015.4K viewsCompletedAdded to Library 554 Times as materi tentang puisi
Read
+Library
Pernikahan Gadis 100 Juta

Pernikahan Gadis 100 Juta

Rona berbicara di dalam hati, menutup mata kemudian memikirkan hal-hal baik yang akan menimpanya hari-hari esok. Matahari semakin menanjak, menaiki langit dengan sedikit rasa malas sebab awan menutupi sebagian wajahnya, Maven tak begitu peduli dengan cuaca hari itu, ujian tengah semester yang sedang ia lalui banyak menyita pikirannya, jawaban yang ia tulis di kertas ujiannya membuat ia bingung tak terkendali, perihal soal bahasa indonesia yang menginginkan ia membuat sebuah puisi dengan tema cinta akan tetapi jari-jarinya bahkan tak dapat menuliskan satu kata pun, ia bahkan menulis puisi sedih yang tak berujung, rasa kesal pada dirinya sendiri ia lampiaskan pada kalimat singkat pada puisinya
2.8K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as materi tentang puisi
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.7K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as materi tentang puisi
Read
+Library
Hanya Karena Tak Berpendidikan Tinggi

Hanya Karena Tak Berpendidikan Tinggi

Karena sekaligus dies natalis sekolah, maka tak hanya tarian yang ditampilan, namun juga persembahan lainnya, termasuk kini ternyata ada beberapa siswi yang akan membawakan sebuah puisi di depan kami. Satu persatu mereka mempersembahkan puisi terbaik mereka. Ada dua orang. Namun ternyata, kami kaget ketika putriku sendiri nyatanya juga akan membawakan sebuah puisi. Aku sama sekali tidak tahu. Sejak kapan Afni bisa berpuitis? Sampai-sampai kini aku pun terkesima sejak awal dia membawakan. Puisi tersebut bertema orang tua. Semakin kagumnya, dia menyebut keempat orang tuanya di puisi tersebut. Dia punya ayah, mama, papa dan juga ibu. Aku sampai terharu mendengarnya.
1071.6K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as materi tentang puisi
Read
+Library
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
18.5K viewsOngoingAdded to Library 741 Times as materi tentang puisi
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya Akhirnya kami menuliskan lagi puisi pada sebuah tembok yang belum tertulisi, atau tiada gambar di sana. Mei tidak bertanya soal arti, atau maksud mungkin, yang tertuang dalam puisiku tadi. Jika bertanya, aku akan menjelaskan kepadanya bahwa, “Aku juga tidak tahu!”
8.99.6K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as materi tentang puisi
Read
+Library
Sleep With My Enemy

Sleep With My Enemy

jawab Ciara beralasan lalu mengambil tumbler di tasnya. Tak lama kemudian guru Bahasa Indonesia pun memasuki kelas. Pak Sastra Wijaya menyapa murid-muridnya dengan ramah lalu berkata, "Subtema kita pagi ini adalah puisi kontemporer. Bapak akan memberi tugas untuk kalian, buat sebuah puisi modern boleh berima atau tak terikat rima sebanyak tiga bait. Silakan dikerjakan hingga 30 menit ke depan ya!" "Baik, Paak!" seru para murid kelas 10-A kompak.
9.818.2K viewsCompletedAdded to Library 419 Times as materi tentang puisi
Show Reviews (40)
Read
+Library
Dilla dilawan
seru yah ngeliat para besan ini kompak. apalagi kolab masak sampe2 masakan rumah makan padang pindah ke rumah mereka.... kadang kan kl besan2an ini suka saling ga mau kalah ya kan. duh mama nya igo bikin hati mama cia makin resahkan. yg udah kepikiran jd makin kepikiran. andai dia tau kl suaminya...
Kania Putri
bener banget urusan Steven mending serahkan sama igo kamu cuma duduk manis aja. eh ampun abis kelar makan full tenaga dia anuan astaga kentang amat sih mana udah bugil gitu lanjut gak ya??? tapi masih penasaran tega banget tuh Hartono menghiasi mama Wina kurang bersyukur kamu astaga, keplak juga nih
Read All Reviews
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status