Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

PLAK, PLAK, PLAK! Tabokan sadis tak bisa terelakan lagi, nggak paham banget sih kalo gue jomblo gara-gara nungguin ditembak lu. Kapan sih ni cowok bakal peka?!! 2050 kah? Dan tanpa aba-aba Iqbal ngacak-ngacak rambut gue. "Gitu dong, Si Siti ngeselin is coming back. Cemberut mulu dari tadi" ucap Iqbal seketika bikin gue termenung.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as matilah
Read
+Library
Reset

Reset

"Lo yang bego, Saka nggak pernah sakit perut!" "Nah itu tadi?" "Ihh, gue pites juga nih anak!" "Iqbal Riko! Maju ke depan!" bentakan guru matematika itu seketika membuat kelas hening. *** NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as matilah
Read
+Library
Dear Mantan

Dear Mantan

Miss you (emot love) Mungkinkah pesan itu dari mantannya Sean?
102.6K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as matilah
Read
+Library
Mutiara Hati Yang Terabaikan

Mutiara Hati Yang Terabaikan

“Kami sudah tidak lagi percaya pada mu. Apa pun yang kau katakan, kami tidak akan pernah peduli. Terserah kau mau mengatakan apa.” Pada saat dua orang itu berkoar memuntahkan makian dan omelan pedas pada Erika, justru Cik Mat tidak begitu eksplosif. Lelaki tua itu punya rasa tidak tega pada menantunya. Dia terkenang sejumlah kebaikan yang pernah Erika berikan bagi keluarga ini. Ditambah ada sesuatu yang mengganjal pikirannya tentang kasus perselingkuhan itu. Jika para wanita cenderung pada emosional, maka dirinya cenderung pada rasional. Cik Mat masih menggunakan logika dalam mengamati dan menarik kesimpulan suatu masalah, serta tidak gegabah dalam menentukan sikap. Kali ini dia lebih memili
1.9K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as matilah
Read
+Library
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Setelah kondisi tubuhku pulih, aku pun kembali menjalani hidup seperti biasa. Aku makan, minum, bahkan bepergian ke berbagai tempat bersama Wita kalau ada waktu luang. Namun, sepertinya aku terlalu meremehkan sifat ambisius Rani. Suatu hari, saat aku baru saja turun dari pesawat, Wita yang sedang memegang ponselnya itu tampak cemas, "Bu Kiara, menurutmu apa yang akan Rani lakukan untuk membuat onar lagi?"
8.2K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as matilah
Read
+Library
Istri Rahasia Kepala Sekolah

Istri Rahasia Kepala Sekolah

Benarkah isi kotak kecil itu chip? Mata Malati berbinar terang bagaikan cahaya kunang-kunang yang berpendar saat malam gulita. Senyuman indah melengkung sempurna. Nafasnya teratur berirama. Malati mengangguk lega. “Sulis, ini chip asli.” “Ah, damn it! Yes!!” seru Sulis dengan mengepalkan tangannya ke udara sebagai bentuk selebrasi.
1041.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as matilah
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

“Terlalu bodoh untuk diriku menahan berat jutaan rindu apalagi menahan egoku.. Maafkanlah sikapku lupakanlah salahku..” Ridwan bernyanyi mengikuti lagu. Lili lalu terbangun, disusul oleh Rianti kemudian Riris. “Takkan ku biarkan kau menangis Takkan kubiarkan kau terkikis Terluka perasaan oleh semua ucapanku..”
108.8K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as matilah
Read
+Library
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Terbiasa tersisihkan dan diabaikan, membuatnya pantang membuang-buang air mata dan memilih tegar. “Kalau mau nangis, boleh kok, enggak usah malu.” Suara bariton Bima membuat Tiara tersadar dari lamunan yang menyeretnya dalam kenangan menyesakkan. Tiara sedang malas berdebat. Dia memilih membuang pandangan dan menatap bintang-bintang dari kaca mobil yang sengaja dibiarkan terbuka. “Halo, hai … kembali bersama saya, Magdalena di radio kesayangan Anda, 102,5 FM. The credible station in town.”
1010.9K viewsCompletedAdded to Library 306 Times as matilah
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status