Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Meski menyiapkan sarapan dan membuatkan teh khusus untuknya. "Ya, sudah mbok nda jadi ikut. Doa si mbok tidak hentinya untuk non Ajeng," mbok Nah memeluk anak asuhnya dulu. Bahagia melihat tumbuh kembangnya walau hatinya nyeri mengetahui masalah yang di alaminya dan perubahan tubuhnya. "Kalian di sini? Ayok, kita pergi sekarang," ujar Gerwin. Menghampiri ibu dan anak itu.
1011.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 310 Beses bilang mbok naik
Read
+Library
Gerhana

Gerhana

Bingung melihat kelakuan majikan kecilnya. "Oalah Non... Non. Baju sebanyak ini Non bilang nggak ada yang bagus? Apa nggak terbalik itu kata-katanya si Non. Yang Mbok lihat justru semua baju-baju ini tidak ada yang tidak bagus. Makanya waktu itu Non beli kan? Karena semuanya bagus?" Kalimat Mbok Wati membuatnya terdiam. Mboknya ini memang tidak berpendidikan tinggi. Namun kata-katanya selalu tepat pada sasaran. Ilmu yang diperoleh Mboknya adalah ilmu terapan yang paling nyata. Yaitu ilmu pengalaman hidup.
1026.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 615 Beses bilang mbok naik
Ipakita ang mga Review (16)
Read
+Library
diyah dhee
Cerita ga pernah gagal, selalu bikin candu. Ga trlalu banyak bab, jd ga bertele2. Cuman yg bikin penasaran urutan bacanya dr mana ya? Kadang bingung sama tokoh2nya. Nyambung smua, atau aku yg lemot ............
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Basahin ang Lahat ng Review
Pria Desa Jadi Arisan Sosialita

Pria Desa Jadi Arisan Sosialita

Si Dobi, anjing yang hobi menyalak itu, tidak diajak keluar. "Kamu beli motor baru?" tanya Adiba yang ternyata cukup perhatian melihat Bimo datang dengan motor baru. "Iya, biar lebih mudah pergi tanpa nunggu ojek. Takut terlambat," jawab Bimo. "Kenapa orang miskin suka sekali naik motor?" tanya Adiba lagi. Bimo terkejut dan menghela napas berat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Adiba. Ingin sekali rasanya ia memberikan pelajaran pada mulut ketus gadis itu.
1036.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 773 Beses bilang mbok naik
Read
+Library
Skandal cinta suami

Skandal cinta suami

Mitha tersenyum geli pada si Mbok. "Sudah saatnya move on Non Mitha," ucap simbok pada Mitha. "Dih si Mbok bisa saja, gaul ya sekarang bisa ngomong move on segala, " goda Mitha pada si Mbok yang akir-akir ini selalu menghiburnya. "Ganteng juga lo Non Mas Bima, Manis. Ya meskipun masih cakepan den Fiko," ucap simbok sambil menutup mulutnya.
910.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 409 Beses bilang mbok naik
Read
+Library
Pesona Istri Desa sang Bupati

Pesona Istri Desa sang Bupati

Mbok mengangguk puas dan mengantarkan Sera ke mobil–tempat Anggoro menunggu. "Maafkan Mbok terlambat membangunkan kamu, Sera,” ucap Mbok tiba-tiba, “aduh, kamu tidak sempat sarapan. Padahal pelayan sudah menyiapkan." Mbok menepuk jidatnya. "Kalau kamu pingsan bagaimana?" cemasnya. Sera tersenyum. Dipegangnya kedua pundak Mbok. "Doakan saja aku bisa pulang dengan tersenyum," ucapnya pelan, “itu yang terpenting sekarang.”
104.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 136 Beses bilang mbok naik
Read
+Library
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Astaga! Gapapa deh, bagus dianggap naik kendaraan online! Daripada mikir aneh-aneh!" "Ya sekali-kali Mbak, ngerasain naik mobil bagus." "Jangan boros. Harus hemat. Capek kerja cari uang, mending uangnya disimpen." "Cie ada yang simulasi ngatur duit Lu Yan! Buruan Yan ajak ke KUA, udah siap jadi Menteri Keuangan Lu tuh Si Marni!" "Lah bukan! Ora mau! Yo Aku cuma kasih saran! Moso begitu!"
108.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 205 Beses bilang mbok naik
Read
+Library
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

"Mbaaak!" #jangan lupa like dan komen
17.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 481 Beses bilang mbok naik
Read
+Library
Bos, Kamu Terlalu Panas

Bos, Kamu Terlalu Panas

Ken Anyu tidak tahan terus berjalan di sisinya, wanita yang seharusnya terlihat lebih cantik dengan penampilan sederhana sekarang memakai riasan terlalu tebal dan wajahnya lebih mirip seperti ondel-ondel yang menari di pinggir jalan untuk menghibur pengguna jalan. “Kakak, sekarang sedang hujan, aku ingin menumpang di mobilmu,” bujuknya dengan raut wajah memelas. Ken Anyu tertawa mendengar rayuannya. “Nona Gea, aku akan memberikan payung untukmu, kalau tidak salah keluargamu juga tidak mungkin kekurangan mobil. Mereka bahkan memberikan hadiah keluaran terbaru di ulang tahunmu kemarin!” sindirnya.
714.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 566 Beses bilang mbok naik
Read
+Library
Dibayar Satu Miliar

Dibayar Satu Miliar

Kucoba bersikap senormal mungkin tapi tak bisa. "Jangan menaiki apapun yang tinggi atau bertingkat, aku takut kamu jatuh. Apalagi kamu lagi hamil." Belum bisa berkata apa-apa, aku hanya mampu menganggukkan kepala. Perlakuannya barusan membuatku mati gaya. Padahal tadi aku ingin protes karena lemarinya dibuat terlalu tinggi. Namun semua menguap begitu saja. "Masih betah duduk di meja?"
9.9249.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.7K Beses bilang mbok naik
Read
+Library
BUKAN MENANTU BODOH

BUKAN MENANTU BODOH

Maklum, Aira yang belum genap dua tahun itu memang baru belajar berjalan jadi ia sangat antusias untuk bisa belajar berjalan. "Mbok, Anisa itu benar-benar anak angkat di keluarga Mas Galih ya?" tanyaku. Entah mengapa, tiba-tiba aku memiliki ide untuk menanyakan semuanya pada Si Mbok. Mungkin beliau bisa memberikan sedikit informasi untuk kegundahan hatiku. "Iya Non, sebelum Mas Galih lahir. Cuma ...." Ucapan Si Mbok tertahan, seolah ada sesuatu yang memang ingin ia sampaikan. Aku terus memperhatikan kata yang hendak wanita tersebut katakan.
9.5233.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 6.3K Beses bilang mbok naik
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status