Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERAWAN TUMBAL PESUGIHAN PANGERAN DAYU

PERAWAN TUMBAL PESUGIHAN PANGERAN DAYU

gumam Mbok Tumi sambil terisak. “Apa yang mbok katakan? Saya tidak bisa mendengarnya, Mbok?” tanyaku penasaran dengan apa yang baru saja aku dengar. “Tidak ada, Non. Mbok hanya mendoakan non supaya cepat sembuh,” jawab Mbok Tumi sambil mengusap sisa air matanya. Aku tahu Mbok Tumi sedang berbohong kepadaku. Karena aku mendengar dengan jelas apa yang dia katakan, dan aku merasa wanita tua itu seperti tahu sesuatu dan menyembunyikannya.
9.512.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
Status Vulgar Adik Ipar

Status Vulgar Adik Ipar

ujar Mbah Ronggo. Betul juga, mungkin juga sekarang jin juga tahu transferan. "Mantranya masih sama Mbah?" "Ouh sekarang sudah upgrade dong," jawab Mbah Ronggo. "Mantra ada upgradenya ya Mbah?" tanyaku. "Ada dong, virus saja sering upgrade kok." "Ya udah Mbah aku mau mantranya ya," ujarku bersemangat. "Ingat transferan juga upgrate dan harus kilat."
621.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 802 kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
Menantu Egois

Menantu Egois

Memang ada yang salah dengan apa yang aku lakukan kok si Mbok ini wajahnya sedikit berubah. "Ya kalau Ibu mengatakan seperti itu jelas Ibu salah."jawabnya tegas. Aku terbelalak mendengar penuturan Mbok Nah. "Tadi kata Mbok. Aku bener jika marah karena Bapak ngasih uang Ibunya? Mbok ini gimana sich! Mbok kok plin-plan!"ucapku dengan nada sedikit tinggi
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
Adoration

Adoration

tanya si Mbok dengan nada sedikit meragu. Kana mengangguk dengan wajah tertekan, membuat si Mbok ikut menghela napas berat akan keadaan yang Kana hadapi. “Si Mbok enggak bisa bantu apa-apa. Hanya bisa berdoa. Semoga Bunda dan Tuan Muda Soga diberi kemudahan dan kelancaran. Si Mbok enggak ngerti yang terjadi, tapi si Mboki minta saya yang di atas untuk tunjukki kebenarannya,” jelas si Mbok dengan penuh ketulusan. Raut wajahnya menunjukkan kesedihan.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

kata Mbok seraya menepuk-nepuk dadanya. “Memang apa yang akan Mbok lakukan pada mereka? Sudahlah Mbok, enggak usah diladeni yang ada kita capek sendiri. Bikin emosi nanti yang ada darah tinggi Mbok kambuh loh.” Peringatku. “Tenang aja Bu, kali ini nggak akan buat darah tinggi Mbok kambuh. Malah akan buat Mbok happy,” jawab Mbok lalu nyelonong keluar.
7.724.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 642 kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU 8 "Kamu mau minjam uang? Ga salah? Kamu baru sebulan kerja disini. Dan hari ini meminjam uang dua puluh juta? Hahaha!" Tawa Pak Joshua menggema. Aku menunduk sambil mengigit bibir. Memang tak ada pantas pantasnya permintaanku.
1029.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 955 kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Padahal awalnya aku lah orang utama sebagai pelaku utama yang mendeklarasikan permainan ini pada Bee demi tercipatnya Room Nakama di Bandung. “BBM naik ngene malah ngguyu ndoo... ndoo,” ucap bapak yang menjual Batagor. Bahasa Jawa yang artinya kurang lebih, “BBM naik begini malah ketawa naak...naak.” “Terkait BBM naik, aku bilek,” ujar Cunnul. “Allah gak akan membebani hambanya di luar kesanggupannya, kan? Kenapa pada panik subsidi dikurangi? Rezeki gak akan ketukar. Kita hanya melihat pohon, bukan keseluruhan hutan. Jika terlalu tinggi melihat ke langit, kota jadi tak bisa melihat sekeliling yang lebat dan penuh buah-buahan segar juga tinggi harganya daripada apa yang terlihat di langit. C
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
SUMPAH ISTRIKU MENJELANG AJAL

SUMPAH ISTRIKU MENJELANG AJAL

"Jadi mulai sekarang Mbok Asri harus menurut pada kita." Mama menyodorkan amplop coklat pada Mbok Asri. "A-apa ini, Nyah?" tanya Mbok Asri dengan wajah bingung. "Gaji Mbok Asri saya naikkan lima puluh persen, dan ini bonus untuk Mbok Asri. Mulai sekarang, apapun yang Mbok Asri lihat di rumah ini, bukan urusan Mbok Asri. Mbok Asri cukup bekerja seperti biasanya. Masak, beres-beres."
9.611.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
Bos di Atas Normal

Bos di Atas Normal

Dia menatap Nolan dengan sengit, tidak peduli dengan kedudukan Nolan sebagai atasannya. “Bosse pikir saya rendahan seperti itu?” Nolan menggeleng, tetapi ekspresinya masih meremehkan. “Kamu mahal. Makanya saya akan membayar kamu mahal. Bagaimana dengan kenaikan gaji lima kali lipat? Apartemen dan uang bulanan yang bisa memenuhi kebutuhan membeli barang-barang branded?”
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
Titip Benih

Titip Benih

Mbok Inah terlihat mengernyitkan dahi mendengar pertanyaanku "Baik, tumben non tanya tentang nak Ahmad?" Aku jadi sedikit salah tingkah mendengar pertanyaan mbok dengan tatapan menyelidik "Gak apa-apa mbok... Menurut mbok kalau aku belikan dia motor bagaimana? karena ku lihat motornya sudah sering mogok jadinya dia sering terlambat datang." "Ya... Menurut mbok sich boleh saja Non belikan dia motor tapi dengan catatan itu sebagai fasilitas kerja dengan non. Jadi jika dia berhenti bekerja motor itu harus dikembalikan."
1030.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai mbok naik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status