Sentuh Aku, Renshu!
Renshu hidup di kasta terendah Kekaisaran Yanze. Ia hanyalah prajurit rendahan penjaga gerbang yang menelan harga diri demi bertahan hidup. Menyentuh Putri Liying, putri istana yang manja, cengeng, dan terbiasa berbalut sutra emas, sama saja dengan menyerahkan lehernya pada pedang algojo.
Tapi malam ini, badai konspirasi istana menghancurkan segalanya.
Dikhianati dan patah hati, sang Putri yang biasanya angkuh itu menangis tersedu. Bukan di dalam paviliun megahnya, melainkan membuang gengsinya tepat di pelukan prajuritnya. Di dalam kereta kuda yang gelap, Liying mendongak, menatap Renshu dengan sorot mata basah penuh damba yang sangat berbahaya, lalu berbisik parau...
"Malam ini saja... lupakan kalau aku Tuan Putrimu. Buat aku lupa rasanya sakit hati, Renshu. Sentuh aku!"
Di tengah sunyinya malam yang hanya diisi rintik badai, pertahanan Renshu nyaris runtuh. Sanggupkah prajurit buangan itu menepis godaan paling mematikan di kekaisaran, ketika insting jantannya berteriak untuk membungkam isak tangis sang Putri dan menguasainya habis-habisan malam ini juga?