Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

“Aku pengen buah sih, ada gak?” “Ada, Nona. Banyak yang segar baru datang pagi tadi. Sebentar saya siapkan, Nona duduk saja di kursi bar,” jawab maid itu dengan sopan sembari menarikkan kursi bar tinggi untuk Amaya. "Terimakasih," ucap Amaya ramah.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as meja buah
Read
+Library
Janji Setia

Janji Setia

Gu menunjukkan meja yang berisikan makanan. Berbinar mata Nuwa. Bukan makanan berat yang ia incar dari tadi. Melainkan buah yang disinyalir memiliki 700 jenis yang berbeda. Yang ada di meja Gu hanya lima. Nuwa mengeluarkan sumpit, mengambil piring dan memindahkan lima jenis buah sampai penuh. Gu, Hira, Maira, Naima, Zahra sampai saling melirik satu sama lain. Nuwa makan sampai gembung pipinya, lebih unik lagi makan buah pakai sumpit. “Nuwa, makannya pelan-pelan, Nak, Ibu masih punya banyak kurma di belakang,” ujar Gu menyodorkan sirup kurma juga. Puas selera Nuwa hari itu.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as meja buah
Read
+Library
Penghangat Ranjang Tuan CEO

Penghangat Ranjang Tuan CEO

Untuk apa Mahesa mengajaknya ke mari? Hanya berselang beberapa menit, pramuniaga berseragam hitam putih itu kembali dengan mendorong sebuah meja yang memiliki roda-roda kecil di bawahnya. Meja itu berhenti tepat di depan Mahesa. Ada dua kotak buah kalung berlian yang masing-masingnya bersembunyi di balik kotak kaca transparan. Tampak menawan, berkilau, membuat sesiapa wanita yang memakainya pasti tampak memesona.
7.837.1K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as meja buah
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Naomi bersandar di kursi sambil mengusap pelan perutnya. "Enak juga masakannya." gumamnya lirih. Tatapannya kembali jatuh pada buah yang sudah ditata di meja. Ada apel, jeruk, pir, anggur, dan salak. Semuanya tampak dipilih dengan hati-hati. Tapi, kenapa ada salak? Naomi tampak heran. Naomi hanya menatap makanan dan buah-buahan itu cukup lama. Dia mengambil beberapa buah dan kembali duduk di depan TV.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as meja buah
Read
+Library
Menantu Hina Yang Dihormati

Menantu Hina Yang Dihormati

Meski jauh ia masih bisa melihatnya karena buah dengan ukuran besar berwarna merah merona. Pohon itu menjulang tinggi, dengan buah yang sangat lebat. Sontak apa yang Kenny lakukan dapat mengalihkan mata semua orang yang ada di dekatnya. "Itu buah Apel yang hanya ada di desa ini saja, buah itu mampu membuat tubuh kembali segar. Jika Nyonya mau aku bisa mengambilkannya untuk anda," balas salah satu warga desa. Austin menganggukkan kepalanya, lalu tersenyum. "Apakah kau mau buah itu?" tanya Austin pada istrinya.
1049.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as meja buah
Read
+Library
GANCET DENGAN ANAK ANGKAT

GANCET DENGAN ANAK ANGKAT

Hesti mengeluarkan parcel buah ukuran jumbo lalu meletakkan nya di atas meja kayu UGD. Beberapa buah ranum seperti kelengkeng, pir hijau, apel merah, jeruk mandarin, anggur merah dan anggur hijau tertata dengan apik dalam parcel itu membuat para perawat yang sedang dinas di sana semakin terkesiap.
24.0K viewsCompletedAdded to Library 599 Times as meja buah
Read
+Library
Terjerat Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Terjerat Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

sahut Amel sambil melihat buah yang Nana letakkan di atas meja. "Ini pertama kalinya aku bermain ke rumah kalian. Bagaimana bisa aku datang dengan tangan kosong? Aku nggak tahu harus membeli apa untuk kalian, jadi aku membeli beberapa buah. Aku harap kalian nggak akan menolaknya," ucap Nana sambil menggaruk kepalanya karena malu. Tiba-tiba Nana merasa beberapa buah yang dia bawa tidak cocok diletakkan di atas meja. Buah-buahan di atas meja itu terlihat sangat tidak sesuai dengan vila semewah ini.
9.326.7K viewsCompletedAdded to Library 667 Times as meja buah
Read
+Library
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Tak lama, Tante Vita datang membawakan sepiring potongan buah segar—pepaya, melon, dan semangka yang sudah ditata cantik. Aroma buah segar segera memenuhi ruangan. “Nak, istirahat sebentar. Kamu dari tadi serius banget lihat katalog,” ucap Tante Vita sambil meletakkan piring buah di meja. “Bu, makasih banyak.” Kania tersenyum hangat. Tante Vita duduk di sebelah Kania, menepuk lembut punggung menantunya itu.
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 605 Times as meja buah
Read
+Library
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

Aku mengangguk pelan seraya menjatuhkan bokong pada kursi meja makan. Sebelah tangan memijit pelipis, dilanjutkan pada kening yang terasa pening. "Neng, ternyata sudah habis. Adanya buah pir. Mau?" Aku menoleh pada Bibi yang tengah memegang buah pir. Kepala aku gelengkan, menolak tawaran Bi Imas. "Selain pir, ada buah apa lagi?" tanyaku kemudian. "Jeruk, anggur, sama ... pisang, Neng."
1032.2K viewsOngoingAdded to Library 999 Times as meja buah
Read
+Library
Poison (Racun untuk Maduku)

Poison (Racun untuk Maduku)

Banyak sekali buah-buahan yang dibeli Harum, semuanya tertata di meja makan dan dalam keadaan bersih. "Aku membeli banyak jenis buah-buahan karena tak tahu buah apa saja yang biasa kau pakai untuk sup buah istinewa itu. Semuanya sudah kucuci. Sekarang, katakan padaku, buah apa saja yang harus kusiapkan," kata Harum. Hatiku gembira sekali! Wanita itu tengah membantuku mempersiapkan ajalnya sendiri.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 289 Times as meja buah
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status