Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

Tak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah toko buah besar yang memajang gunungan durian di bagian depannya. Begitu mobil berhenti, Meysa dengan tidak sabar langsung turun dari mobil. Matanya langsung berbinar cerah melihat hamparan buah berduri tersebut. Bagi Meysa, tempat ini bagaikan surga. Tanpa ragu, ia mendekat, membungkuk, dan mulai menciumi permukaan durian-durian itu. "Wah... harum banget!" gumam Meysa dengan wajah berbinar bahagia.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 324 Times as meja buah
Read
+Library
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

ucap Renal. Lodra seperti mengarahkan Renal menuju ke salah satu meja yang berisi banyak minuman dan makanan. Renal mengutus pelayan memindahkan tumpukan kotak buah persik untuk turut mengisi meja yang ditata begitu apik itu. “Oh ya, kemarin waktu ke Singapura, kami beli buah ini. Rencananya memang mau dibagikan waktu Rapat Lima… emh.. Rapat Tahunan.”
1011.8K viewsOngoingAdded to Library 412 Times as meja buah
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Kata nenek tersebut sambil menyodorkan satu gelas air yang berwarna agak bening dengan buah-buahan yang tersimpan di atas mangkuk kecil bergambar ayam jago. Buah-buahan seperti pisang, apel, bahkan buah pir ada di sana. Aku pun bingung dengan buah-buahan yang mahal ini, karena sepertinya tidak mungkin ada pohon apel warna merah yang tumbuh di hutan ini. Nenek yang duduk tak jauh dariku terlihat mengamati gerak geriku ketika aku heran dengan buah-buahan yang dia bawakan kepadaku pada saat itu.
10126.4K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as meja buah
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
Sebentuk Hati untuk Jingga

Sebentuk Hati untuk Jingga

Tampak Bu Setyowati berusaha mengalihkan pembicaraan mereka ke zona aman, "Tolong siniin toples krupuknya, Nila." Nila pun meraih toples krupuk di hadapan dan mengulurkannya kepada sang ibu. Meja makan mereka adalah meja kayu berpelitur coklat tua polos dan berbentuk lingkaran. Ada empat buah kursi yang memang satu set dengan mejanya saat Pak Suhariadi memesannya dari meubel dekat rumah.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as meja buah
Read
+Library
Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

"Apa yang? Kamu tadi ngomong apa?" "Kamu mau ada yang dibeli gak?" "Beli buah aja Bi, untuk dibawa Mama nanti." "Oke deh." Yuda menepikan mobilnya diparkiran depan toko buah. Kemudian Kanaya dan Dimas turun untuk membeli buah. Kanaya membeli beberap kilo buah pir, apel dan buah jeruk. Sementara Dimas sudah menenteng dua buah belimbing madu kesukaannya.
1023.4K viewsCompletedAdded to Library 935 Times as meja buah
Read
+Library
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Di meja, dia meletakkan parsel buah yang sangat besar, terlalu besar untuk meja kecil itu, berisi anggur impor, pir, dan apel fuji. ​"Mas... eh, Pak Rian?" sapa Soraya, hampir salah panggil. ​Rian menoleh. Senyumnya merekah, ramah dan menawan. Senyum yang biasa dia pakai untuk memikat mahasiswi atau klien. ​"Malam, Soraya. Gimana keadaan kamu?" tanya Rian. ​"Udah mendingan, Pak," jawab Soraya kaku. Dia duduk di kursi seberang Rian, menjaga jarak.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as meja buah
Read
+Library
Janji Sebelum Rasa

Janji Sebelum Rasa

“Yang penting rujak bebek.” “Abang carikan buahnya dulu, ya.” Rizky mengecup kening Tyas dengan hati-hati. Ia kemudian menarik lengan Rey, memberi isyarat agar berpamitan pada Mama Marisa dan Mama Ratih yang duduk di sofa, lalu bergegas keluar. “Di mana beli buah untuk bahan rujak?” tanya Rizky saat mereka menuruni tangga. Dahi Rizky berkerut memikirkan persediaan buah. “Di belakang hanya ada mangga dan jambu air.”
1.8K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as meja buah
Read
+Library
Tak Pakai Perhiasan Dikira Melarat

Tak Pakai Perhiasan Dikira Melarat

Sepi. Kuucapkan salam dan mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Tak ada jawaban. Hanya benda-benda mati yang menyambut kehadiran kami. Di tengah ada sebuah meja kayu bulat dengan ukiran khas Jepara. Di atasnya ada rangkaian bunga warna-warni yang cantik. Itu bunga asli. Mama selalu menggantinya tiga hari sekali dengan yang baru. Wanita itu sangat mencintai bunga.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as meja buah
Read
+Library
BENALU

BENALU

Aku hanya mencebirkan bibir. “Apaan, sih,” sahutku seraya mengambil jeruk yang tersedia di atas meja. Bi Yuli memang rajin. Setiap meja di hidangkannya buah. Entah, jeruk, pisang, apel atau buah-buahan yang lainnya. Itu semenjak Rama menikah dengan Rizka. Karena Rizka memang suka sekali buah-buahan.
9.949.7K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as meja buah
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Merayunya untuk tetap di dalam kamar. Kini pandangannya beralih pada atas meja riasnya. Ada satu tatanan buah-buahan dalam satu piring. Ada satu porsi bubur kacang hijau di samping buah-buahan. Ada satu gelas penuh susu kental manis buatan Ibunya. Ada satu pisau kecil untuk mengupas buah tergeletak malas di samping tatanan buah.
108.3K viewsOngoingAdded to Library 233 Times as meja buah
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status