Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Unlimited Love

My Unlimited Love

Pakdhe mengawali wejangannya. "Lantas?" "Cari lagi sebatang lidi yang sudah tua dari sapu yang besar. Di bagian pangkalnya. Patahkan satu dan sisakan sedikit untuk menggoreskan namamu dan namanya di masing-masing daun tersebut," "Hanya buat menggores nama? Lantas boleh saya buang?" "Jangan dibuang dulu. Patahkan lagi buat disematkan di tengah daunnya. Biar nanti dia akan selalu mengingatmu sampai kapanpun," jelas Pakdhe sambil tertawa kecil.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai membuat papan nama
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Membawa papan itu ke tumpukan batu, dan tanpa sepatah kata pun, ia menaruhnya di tengah. Lalu kembali ke kursinya. Menunduk. Seperti seseorang yang baru saja menaruh bagian paling jujur dari dirinya, dan tak tahu apakah dunia akan menerimanya. Renai menghampiri papan itu lebih dulu. Lalu Firen. Lalu yang lain ikut berkumpul. Papan itu berisi tulisan: "Aku datang ke tempat ini tanpa nama, karena dunia telah mencabutnya dariku.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai membuat papan nama
Baca
+Pustaka
Ibu Kost yang menggoda

Ibu Kost yang menggoda

Kayak… ini bukan cuma bikin papan. Ini kayak lagi ngebangun sesuatu. Bareng. “Gue bikin kopi dulu,” katanya. “Siap, bu mandor.” “Najis banget manggil gue mandor.” Mereka ketawa. Beberapa penghuni kos lewat, ngeliatin. “Wah mau bikin apa, Bu?” tanya Rani. “Papan nama,” jawab Ravika. “Wih keren, resmi banget.”
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai membuat papan nama
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

“Iya, mbak. Aku setuju. Nanti aku pesankan sama temanku yang lagi merintis usaha percetakan.” “Bannernya minta di pasang bingkai ya, San. Terus di pasang di atas itu. Nanti papan namanya aku pasang di depan dekat jalan biar usahanya lancar. “Baiklah Bos, apa pun akan aku lakukan demi rupiah yang halal.” “Aamiin, San. Pokoknya kita harus usaha keras biar hasilnya juga banyak.” “Asiap, Mbak!" Aku dan Susanti beberes ruangan atas Santi menyapu aku yang ngepel. Meski lelah, tapi kami bahagia. Susanti tipe orang yang periang. Dia akan menceritakan apa saja yang membuat aku tertawa.
10146.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai membuat papan nama
Baca
+Pustaka
Kaisar Puncak Naga

Kaisar Puncak Naga

Satu papan memiliki ukiran satu nama orang yang sudah meninggal. Ya, itu adalah tempat di mana Jing Yue dan Jing Ling biasa melakukan ritual peringatan dan memanjatkan doa-doa untuk mereka semua yang namanya sudah terukir pada papan peringatan. Jing Yue bergumam lirih dengan perasaan sedih. "Ayah, Ibu dan saudaraku semua. Kami datang."
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai membuat papan nama
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Dear para pembaca, mungkin kisah ini terkesan lambat, karena memang sengaja diatur demikian. Jadi jika sekiranya membosankan, itu adalah hal yg wajar. Kisah ini tidak terburu2 dalam setiap tahapan yg MC lalui saat meningkatkan kemampuan serta tidak langsung jadi 'over power' dalam beberapa bab saja
Baca Semua Ulasan
The Billionaire's Little Victim

The Billionaire's Little Victim

tanya Adrian terkekeh. Edward tertawa kecil, sebuah tawa lepas yang sekarang sudah mulai sering terdengar dari mulutnya. Ia membuka tutup kotak kayu tersebut perlahan. Di dalamnya, terdapat sebuah papan nama baru yang terbuat dari potongan kuningan murni yang mengkilap. Di atas papan tersebut, terukir indah logo Aliansi Garis Batas, namun ada sebuah kalimat kecil yang ditambahkan di bagian bawahnya menggunakan ukiran tangan yang sangat rapi, "Aliansi Garis Batas: Membangun dengan Hati, Menjaga dengan Jiwa. Dibangun oleh Estela n Keluarga."
10671 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai membuat papan nama
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Di depan bangunan itu, para calon murid berbaris dengan rapi, di sana sudah tertera empat papan kayu raksasa yang sudah dipenuhi oleh daftar nama calon murid. Tanpa berdesakan---karena dijaga oleh pengajar, calon murid tersebut memandangi papan kayu itu, mata mereka bergerak-gerak, berusaha mencari nama mereka dari ratusan, bahkan ribuan orang, mencari tahu apakah mereka lulus atau tidak. Lola, Lulu, dan Lala cukup beruntung karena mereka berdiri beberapa langkah dari papan itu, dan beruntung karena nama mereka berada di paling atas sesuatu urutan sebelumnya.
460 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai membuat papan nama
Baca
+Pustaka
Penjelajah Benak

Penjelajah Benak

Lagipula Pratvi pun tidak bertanya ataupun ingin tahu. “Kalian lihat papan nama di depan tadi bukan?” Aku mengangguk. “Sepertinya dulu tidak ada.” “Sebetulnya saat kalian di sini papan nama itu sudah ada. tapi dengan nama yang sedikit berbeda. Aku hanya malas menggantungnya. Toh aroma masakanku sudah cukup menjadi daya tarik yang kuat. Namun karena sekarang aku juga menyewakan beberapa kamar, jadi aku memperbaiki dan memasangnya.”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai membuat papan nama
Baca
+Pustaka
Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat

jelas Bu Maria. "Nama-nama kelompok akan saya tuliskan di papan tulis, kalian cari nama kalian seusai nomor kelompok masing-masing." "Ella silahkan kamu tulis nama-nama kelompok di papan tulis, ini catatannya," Bu Maria memberikan sebuah kertas kepada Ella. Ella maju dan langsung menuliskan di papan tulis, sedangkan semua isi kelas menatap kearah papan untuk mencari nama mereka yang akan di tulis sama Ella.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai membuat papan nama
Baca
+Pustaka
Dibuang Suami Setelah Menikah

Dibuang Suami Setelah Menikah

teriak salah satu murid yang duduk di barisan tengah dari depan pun dari samping. "Okay, apa perlu membuat kartu nama layaknya anak paud?" Mereka tertawa dengan pertanyaan yang dilontarkan Dara. Wanita itu menjelaskan bahwa mereka akan kenal seiring dengan waktu yang terus berjalan. Pun Dara akan membaca semua bio yang dimiliki oleh mereka. Tugas pertama untuk anak muridnya adalah membuat sebuah karya ‘tentang diri sendiri dan pikiranku’. Simpel tetapi, berkesan.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai membuat papan nama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status