Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Susahnya Jadi Mas Joko

Susahnya Jadi Mas Joko

Para orang-orang tua yang ada di ruangan tamu ini rupanya sudah sama-sama mafhum pada satu kondisi, di mana etika dan keluhuran budi pekerti bahkan dapat dimengerti hanya dengan berdiam diri. Diamnya seorang gadis ketika dikhitbah atau dilamar, maka itu berarti kerelaannya, atau persetujuannya, atau dengan kata lain, dia menerima. Lalu bagaimana dengan Angel yang notabene adalah seorang janda? Ia punya hak untuk berbicara. Namun, kendatipun ia punya hak untuk menentukan sikap, jika ia hanya diam, maka itu juga berarti kerelaannya!
9.614.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 515 kali sebagai memilih diam
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Dirgahayu RI ke 77. Semoga makin maju dan makmur NKRI-ku. Terima kasih utk kk2 reader yg telah mengikuti kisah romance Mas Joko ini. Jika suka, jangan lupa vote ya kak, spy saya makin semangat nulisnya. Terima kasih, matur nuwun, syukron katsiron, thank you, xie-xie.. ...
Rubiman Bin Tukimin Rubi
TIGA NOVEL ANDA SUDAH SAYA BACA KETGANYA MENGANDUNG PESAN MORAL YG SANGAT TINGGI, YAITU SEMUA TOKOHNYA MAMPU MENGENDALIKAN SYAHWATNYA TERHADAP GODAAN WANITA Walaupun sangat berat tentunya Ditunggu karya terbarunya.. SEMANGAT............
Baca Semua Ulasan
TEMAN WANITA AYAHKU

TEMAN WANITA AYAHKU

“Ingat ini baik-baik, May. Diam itu bukan berarti kalah. Kadang justru yang diam itu yang sedang mengarahkan semuanya. Kita bukan pion, kita pemain, dan dunia ini papan caturnya.” “Jadi, selama ini Bunda tahu? Tapi kenapa diam? Kenapa masih bertahan?” Bunda tersenyum tipis. Matanya tajam, tak berkedip. “Pergi? Supaya mereka merasa menang? Supaya mereka pikir Bunda dikalahkan?” Tangannya merapikan rambutku dengan lembut, tapi ada kekuatan dingin di balik sentuhan itu.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai memilih diam
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikmati

Diam-Diam Menikmati

“Setidaknya sekali ini saja... pilih dirimu sendiri.” Luna terdiam. Mungkin... memang sudah saatnya ia menjadi egois untuk sekali ini. Ia mengangguk pelan. “Ayo,” kata Jacob, senyumnya merekah seperti mentari pagi. “Masih banyak tempat indah yang belum kita jelajahi di kapal ini.”
9.9116.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai memilih diam
Baca
+Pustaka
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

Sebagai wanita yang sudah berpengalaman, tentu saja Diana dapat menangkap maksud dari pria tersebut. “Kenapa diam, Baby? Kamu memilih usulan yang mana, hm?” tangan Damar mengelus pipi mulus yang sedikit lebam. Ia memberi pilihan sambil menaik turunkan alisnya ke arah Diana, menggoda. “Pilihan yang tak seharusnya aku pilih. Sudah sana pergi! Aku nggak butuh kamu!” tolak Diana. “Kamu yakin? Berdiri saja sulit, kenapa masih memaksakan diri?” kekeh Damar menggoda.
9.9281.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.4K kali sebagai memilih diam
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
OTHOR CENTIL
Hallo, Kak. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai ekspektasi Kakaknya, ya. Di bab awal itu sudah jelas, Diana butuh uang karena uang sakunya dibatasi. Soal password kartu ATM itu, Damar juga bilang kok kalau sandinya nanti dikasih tahu lewat pesan.
Baca Semua Ulasan
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Dia mengangguk dan tersenyum sebagai ucapan terima kasihnya. “Aku tahu kalian hendak bergegas pergi dari sini,” ujar si pria lugu, masih dengan senyuman yang terlihat tanpa dipaksakan sama sekali. “Akan tetapi, ingat-ingatlah satu hal ini. Tidak semua hal yang kita lihat, kita dengar, harus menjadi perhatian kita. Terkadang, bersikap diam akan lebih baik untuk keselamatan diri kita sendiri.”
1074.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai memilih diam
Baca
+Pustaka
Luka Itu Bernama Kamu

Luka Itu Bernama Kamu

Kota di luar bergerak seperti biasa—ramai, tergesa, tak peduli. Aku mengingat sorot matanya saat pertemuan terakhir. Ketakutan yang disembunyikan rapi. Tekad yang dipaksakan. Sekar selalu berpikir diam adalah kendali. Ia keliru. Diam bukan perlawanan. Diam hanya penundaan. Tempat ramai. Pilihan yang cerdas—untuk seseorang yang ingin merasa aman. Sayangnya, rasa aman selalu ilusi yang paling mudah dipatahkan.
672 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai memilih diam
Baca
+Pustaka
Saat Pilihanku Berubah

Saat Pilihanku Berubah

Saat masih muda, karena tidak menyukai cara bicaranya yang tajam dan sikapnya yang tampak tidak menyukai Lisa, hubunganku dengannya sangat buruk hingga hampir selalu bertengkar. Hanya ketika menikmati angin malam, dia akan menjadi tenang dan menemaniku dalam diam. Vina menyerahkan sekaleng bir kepadaku, lalu meneguk birnya sendiri beberapa kali. Aku bisa merasakan dia sedang memikirkan sesuatu, tetapi aku tidak membuka percakapan lebih dulu. Benar saja, akhirnya Vina berbicara, “Akting kita sudah hampir selesai. Kapan kamu berencana memberi tahu kebenarannya?”
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai memilih diam
Baca
+Pustaka
Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Amara diam seribu bahasa sepanjang sisa perjalanan. Bukan diam yang pasrah, tapi diam yang menahan diri agar tidak runtuh di tempat yang salah. Chandra beberapa kali mengajaknya bicara—pertanyaan kecil, komentar sepele tentang jalanan, tentang besok—namun Amara hanya menjawab seperlunya. Senyumnya ada, tapi terlalu rapi. Terlalu dikendalikan. Seolah senyum itu bukan reaksi, melainkan tameng.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai memilih diam
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Bumi menatap layar ponselnya sekali lagi, sebelum meletakkannya perlahan. Mungkin ia tidak sedang dikejar oleh pilihan. Ia hanya sedang diajak untuk melihat: bahwa hidup bukan tentang memilih siapa yang lebih layak tinggal, tapi tentang mengenali siapa yang membuatmu tetap berjalan—dalam diam maupun debat.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai memilih diam
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

mereka milih buat tetap diam. Karena dalam diam itu... ada kenyamanan yang nggak bisa dijelasin dengan kata. Kenyamanan yang berbahaya. Tapi tetap aja... kenyamanan.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai memilih diam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status