KAMAR KEDUA
Ia berusaha tidak mengeluarkan suara.
Satria membersihkan diri, berganti pakaian, lalu turun ke dapur. Ia menuang kopi hitam yang pahit, tanpa gula. Sudah lewat tengah malam, dan ia masih memilih kopi. Itu pertanda kepalanya belum berhenti bekerja.
Lalu ia duduk sendiri di meja makan. Menyesap kopi perlahan.
Kopi hampir habis ketika ia merasakan kehadiran seseorang di ruangan itu.