DECEMBER DAWN : THE PROPHET
Lagipula, orang waras mana yang jalan-jalan jam dua dini hari.
Di dekat halte, aku berhenti sejenak membeli kopi kaleng di mesin penjual minuman, lalu meminumnya sambil berjalan sembari menikmati ketenangan malam. Dilihat dari manapun, wajahku ini sudah seperti bukan manusia - mata panda, rambut lepek, dan pipi penuh bintik. Jika orang lain melihatku, mungkin ia akan lari ketakutan, mengira aku hantu.
"Ah, kopi ini bahkan sudah tak pahit lagi," gumamku sambil menatap langit malam yang tertutup awan.
Hot Chapters