DIKIRA MISKIN SAAT REUNI
Senyum pada bibirku terbit seiring dengan hati yang berbunga.
“Sini, Bi!” Aku melambaikan tangan ke arah Bi Iyash.
Bi Iyash datang dengan nampan yang tampak membawa piring berisi roti bakar, sandwich, buah potong dan dua gelas air bening yang tampak masih terlihat uapnya. Aku menatapnya yang meletakkan satu per satu isi nampan.
“Gak ada nasinya, Bi?”
“Oh, Neng Syfa mau nasi? Biar Bibi buatkan, ya? Mau apa, nasi goreng, nasi uduk atau ….”
Bab Populer