Sentuhan Adik Sahabatku
Dalam setengah jam, bangunan besar yang masih setengah jadi menjulang di depan mereka dengan rangka beton, perancah besi, dan debu yang beterbangan di udara.
“Ini lokasinya, Pak?” tanya Merry.
“Iya. Ayo turun.”
Mereka turun bersamaan. Begitu kaki menginjak area proyek, suara langsung menyerbu. Dentingan besi beradu, palu menghantam beton, mesin bor meraung tanpa jeda. Pekerja hilir mudik dengan helm dan rompi reflektif, teriakan instruksi saling bersilang di antara debu dan panas matahari.