Kontrak Cinta
“Silakan duduk, Mas. Tuan, Nyonya, dan Non Indira masih siap-siap. Saya panggilin dulu, ya.”
Mahesa dan bapak mengangguk seraya tersenyum.
“Wah! Emang beda ya kalau rumahnya artis! Gede!”
“Rumah kita yang di perkebunan juga gede.”
“Rumah itu bukan milik kita sepenuhnya lagi. Sebagian udah punya bank. Kamu jangan lupa itu, Sa,” ujar Bapak sambil menepuk pundak Mahesa dan senyum yang tidak lepas dari wajahnya. “Tapi Bapak percaya kalau kita pasti bisa melunasi semuanya. Udah, ngapain ngomongin hal kayak gitu di rumah calon mertua kamu?”
Bab Populer