Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ARABELLA

ARABELLA

"Ya gue mau lo gak usah pergi. Percuma juga kan lo ke sana kalau lo gak tertarik sama pertandingannya." "Gak bisa, lo dengar sendiri tadi gue udah janji sama dia. Gak mungkin gue gak pergi. Udahlah, lo gak usah permasalahin hal yang gak perlu. Gue masuk dulu." Bella tahu Vian cemburu dengan Egi. Bella sengaja mengiyakan undangan Egi untuk hadir ke pertandingannya karena ingin membuat Vian cemburu. Dia ingin Vian merasakan hal yang dia rasakan setiap melihat interaksi Vian dan Sani. ******************************
104.3K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as mileva marić
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Dia menetap keluar jendela mobil. Untuk beberapa saat dia terdiam dan langsung menegakkan tubuhnya saat merasa ada yang aneh. "Tadi itu adalah jalan mawar. Aku rasa kau tidak tahu jalan itu," kata wanita itu sambil tersenyum canggung. Speranza melongo. "Ha? Benarkah? Apa kita melewatinya?" Tanya Speranza lugu. Wanita itu mengangguk dnegan cepat. "Ya, kita melewatinya," sahutnya dnegan cepat.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as mileva marić
Read
+Library
MARCO-POLO

MARCO-POLO

sahut wanita berambut merah seraya melaju motornya kencang. "Serum! Berikan ia serum penawar. Siapkan!" sahut Galina, dan wanita berambut merah mengangguk. Wanita berambut pirang yang membonceng segera menyiapkan serum penawar yang nantinya akan diberikan kepada Marco. "Luncurkan!" perintah Galina.
1015.2K viewsOngoingAdded to Library 394 Times as mileva marić
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

Andai saja Cita bisa memiliki salah satunya, mungkin hidupnya sekarang tidak akan sampai seperti ini. ~~~~ “Pagi.” Cita membalas sapaan tegas, dari seorang wanita yang meneleponnya pagi itu. “Maaf, dengan siapa saya bicara?” “Saya Permaisuri Sagara, kuasa hukum yang ditunjuk pak Lex untuk menangani perceraian, Ibu,” ucapan Mai dilontarkan dengan tegas, dan sangat formal. “Benar saya bicara dengan Ibu Cita Lukito?”
9.839.5K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as mileva marić
Read
+Library
Nadira

Nadira

Matanya berbinar-binar, andai ini dunia komik, maka kalian akan melihat lope-lope dikedua mata Nadira. "Siapa namamu?" tanya kepala sekolah, menarik atensi Nadira. "Nadira, Pak." "Nama lengkap?" "Nadira Anjani Armaleo." Kepala sekolah diam untuk waktu yang lama, semua murid dan guru melongo dan menatap Nadira tidak percaya. Siapa yang tidak mengenal nama Armaleo, nama perusahaan terkenal di seluruh indonesia, perusahaan yang berkerja di berbagai bidang, dunia menyebutnya, siserakah yang menguntungkan.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as mileva marić
Read
+Library
Vivian

Vivian

"Kemarilah! Aku akan membawamu agar dihukum." Jemari gadis bertubuh ramping menggenggam erat lengan gadis yang tengah luka di bagian lutut. "Lepaskan aku, Kak!" titah gadis itu mengusap peluh di kening. Ia merasakan lukanya sangat perih, bersama dengan matanya memanas menahan air mata. "Kau tak tahu diri, Vivian!" hardik wanita ramping tadi menghentikan langkah. Ia menatap tajam Vivian yang bergetar menahan sakit.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as mileva marić
Read
+Library
MARNI

MARNI

Miris. "Mas, sebenarnya Mbak Marni kenapa?" Angga tak menjawab membuat Vio urung untuk bertanya lagi. Yang dia tahu sekarang ternyata istri Mas Angga mirip iblis. Dia kerasukan dan sekujur tubuhnya cacat. "Alhamdulillahirabbil'alamin."
2.0K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as mileva marić
Read
+Library
Vila Melati

Vila Melati

Bab 19 "Bunda! Jangan marah gitu sama Mbak Arini. Dia cuma karyawan di sana, cuma menjalankan tugas!" Suaminya sedikit menghardik. "Loh, Ayah kenapa membela kaki tangan Nyi Roro Kidul? Semua orang di Vila Melati kan antek-anteknya si betina pantai selatan!" Meninggi suara wanita itu.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as mileva marić
Read
+Library
Selìni

Selìni

Kan sayang sekali. Jemari gadis itu bergerak cepat ke tas miliknya, meraih jaring serabut yg sudah disiapkan beserta kain pembungkus agar kelinci tersebut kesulitan memberontak. Elea menghitung dalam hati, bersiap menangkap si kelinci malang. Saat hitungan sudah masuk pada hitungan ke-dua, sebuah suara berat menginterupsi kegiatan gadis omega itu, "Tidakkah kau diajarkan untuk tidak mengambil yg bukan milikmu, Nona?"
978 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as mileva marić
Read
+Library
Gina

Gina

Itu hal yang aneh. ꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷ Marva melambaikan tangannya dengan senyum lebar dan lesung pipi menyembul keluar. Dia memeluk Danan erat dan masuk ke dalam mobil.
102.5K viewsOn holdAdded to Library 78 Times as mileva marić
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status