Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan
Riko menutup pintu setelah berada dalam, dia belum pergi ke kamar mandi tapi malah duduk di tepi tempat tidur tamu.
Pikirannya menerawang, mengingat-ingat mimpi yang ia alami barusan. Dia tersenyum getir sambil memukul kepalanya sendiri.
“Mimpi yang seperti tidak berakhlak!”
Bisa-bisanya dia bermimpi mengenakan pakaian serba putih, celana, kemeja dan jas putih. Tapi yang membuatnya merutuki diri adalah dia berjalan dengan menggendong Calia dengan satu tangan kirinya, sementara tangan kanan menggenggam erat tangan Dinda. Dia bisa mengingat, dalam mimpinya tersebut Calia mengenakan baju putih yang indah begitu juga dan Dinda berbalut kebaya putih yang cantik.
الفصول الرائجة