CALON MERTUAKU
“Coba kamu ingat-ingat lagi, diantara kita siapa sebenarnya yang mulai menggoda duluan. Kamu datang ke rumah seorang duda yang kesepian selama puluhan tahun—”
“Cuih! Puluhan tahun, padahal dia sewa lonte juga di Malaysia.” Aku memotong perkataanya. Suara mesin kapal yang bising membuat kami tak bisa berbicara dengan leluasa.
“Tahu dari mana kamu?”
“Tetangga rumah, yang empat tahun lalu jadi teman tidur Om, terus Ima, yang mati sambil hamil anak, Om, belum yang lain-lain yang Indah nggak tahu.”