KEMANA ENGKAU DIBUANG, BU?
Ia tidak tahu bagaimana jalan ke depan, tapi pagi itu, ia memilih untuk memberi kesempatan, meskipun berat, meskipun penuh luka.
Di kediaman Wisangyang sangat megah, suasana pagi yang biasanya tenang mendadak berubah kacau. ART yang baru saja selesai menyapu halaman berlari terburu-buru masuk ke ruang tengah dengan wajah pucat.
“Mas Wisang! Mas Wisang!” suaranya melengking, nyaris histeris.
Wisang yang sedang duduk di ruang kerja, meneliti beberapa berkas, sontak berdiri. “Kenapa, Mbak Siti?” tanyanya cepat, nada cemas langsung merambat ke wajahnya.
Hot Chapters