Air Mata Suami dan Mertuaku
"Ya, sudah. Kalau nggak mau menerima uang saya, nggak apa-apa. Ini kartu nama saya. Jika butuh apa-apa, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi saya, ya, Nak!"
"Iya, Bu. Terima kasih. Saya pamit!" Marwa pun berlalu.
Baru beberapa detik kepergian Marwa dari sana, sebuah mobil sedan hitam berhenti di hadapan wanita paruh baya bernama Helen itu. Seorang lelaki tampan bertubuh tinggi tegap keheranan melihat ibunya ada di depan gerbang.
"Mom, what are you doing here? Jangan bilang Mama baru pulang dari suatu tempat. Oh, god! Aku sudah bilang berkali-kali, kan, Ma, jangan lagi pergi-pergi sendiri. Harus bareng aku atau Gina!"