Merajut Asa
jelas Ludvig kepada Jovita.
"Jadi membuat bucket list semacam cara memotivasi diri, ya?" Jovita menyimpulkan.
"Betul. Saat itu, kami tidak tahu apa manfaatnya, hanya sekadar mengikuti Joe berangan-angan. Baru di kemudian hari menyadari dengan adanya keinginan tersebut, kami mengarahkan diri, tidak terperosok dalam kenestapaan," jawab Ludvig. Ia lalu berkata pada Joseph, "Seingatku, Göran menuliskan ingin menjadi dokter di bucket list-nya, bukan?"