Usai Bercerai
"Selama ini kayak buat apa, sih, aku masih hidup? Enggak ada hal sama sekali yang urgent buat aku lakuin. Aku cuma bangun tidur, mandi, sarapan, kerja, pulang, tidur lagi. Gitu terus, enggak tahu sampai kapan."
Arfan menjeda ucapannya beberapa saat. Dadanya kembali sesak setiap akan berbicara tentang Aleta. "Dan sekarang ...." Arfan meraup udara banyak-banyak. "Ada Aleta." Jemari Arfan mencengkeram stir mobil dengan kuat. "Dia ... butuh aku. Dan dia harus aku perjuangin. Mungkin kalau sekarang aku ternyata sudah harus mati, aku pasti bakal protes sama Tuhan karena masih ada Aleta yang urgent buat aku perjuangin. Sekarang aku harus tetap hidup buat dia. Dan kamu harus tahu, tujuan hidupku sek