Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Paman, Aku Layak Menjadi Isterimu

Paman, Aku Layak Menjadi Isterimu

Mungkin— “Kau bertanya apa yang lucu padaku sementara kau juga tertawa? Bukankah kau benar-benar idiot yang tidak tertolong?” ujar Willa. Lagi-lagi dia menyebut para remaja itu sebagai idiot. Ucapan Willa tidak saja membuat bingung tapi juga memancing kemarahan sekelompok remaja itu. Ini telah ke sekian kalinya mereka dipanggil idiot hanya dalam hitungan menit.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
Karena Kita Orang Miskin

Karena Kita Orang Miskin

Karena Kita Orang Miskin (2) "Hust ... nggak boleh bilang gitu, Nak!" Aku menasehati Bunga. "Tapi emang bener, kan, Bu? Karena kita orang miskin, makanya Eyang Ti kayak gitu. Nggak kayak ke Kalina. Minta ini itu diturutin," keluhnya.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
ANAKKU PULANG SEPERTI PEMBANTU

ANAKKU PULANG SEPERTI PEMBANTU

“Bu Ida, mana ada orang pembawa sial. Itu adalah nasib atau musibah. Mila anak yang baik dan sopan di kampung kami. Jangan bicara yang tidak masuk akal.” “Terserah Pak Yoyok kalau nggak percaya!” Lalu Bu Ida berlalu pergi menarik tangan cucunya. “Bubar bubar bubar! Ini hanya salah paham dan nggak mungkin ada manusia pembawa sial!” Semua orang bubar setelah Pak Yoyok mengendalikan keadaan. Aku sagat bersyukur karena masih ada orang-orang yang peduli aku meskipun bukan keluarga mereka. Alhamdulillah ....
8.463.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Hatinya sudah terlalu letih untuk terjebak dalam permainan emosi Wina. “Jaga ucapanmu, Wina. Reinan bukan orang gila. Dia mungkin berbeda dengan orang kebanyakan, tapi dia jauh lebih tulus daripada orang-orang yang mengaku waras tapi hatinya penuh kebusukan.” Ujung bibir Wina mungkin sedang meringis saat ini, dan Esme tahu sindirannya baru saja mengenai sasaran. “Oh? Apa sekarang kamu juga ketularan gila setelah menikahi Reinan Gunadi?” balas Wina dengan tawa kecil penuh cemooh.
1040.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
CEO Brondong itu Kekasihku

CEO Brondong itu Kekasihku

ucapku sambil menunjukkan wajah kecewa dan tampang bodoh. Katanya orang pintar akan kewalahan melawan orang bodoh. Karena apa yang diucapkan tidak nyambung. Entah itu benar atau tidak. Lagi-lagi dia tertawa. “Aku tidak habis pikir. Kenapa Alex memilih kamu. Padahal kamu itu bodoh, lambat berpikir, dan mungkin cenderung idiot. AKu sampai tidak mengerti harus memakai bahasa apa dengan kamu!”
1043.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

“Kita lahir dengan tujuan berbeda. Peran yang beda. Tanggung jawab yang beda. Tapi, ilmu pengetahuan? Itu hak semua orang. Pepatah dari negeri yang jauh pernah berkata: ‘bangsa yang kuat dibangun oleh pemikir yang hebat’. Entah kamu seorang aristokrat, entah kamu sebatas orang biasa, kecerdasanmu tergantung oleh dirimu sendiri. Dan karena itu aku enggak akan mundur. Aku enggak akan merasa malu. Aku enggak akan menyerah. Karena ini hakku dan ini hidupku.” Sunyi, sepi. Gagal, kah? Segegas berikutnya, ketika aku berdiri dan menjauh saking malunya, bisa kudengar tepuk tangan meriah. Suitan heboh dan pekikan-pekikan semangat. Suaranya jauh dari belakang, tapi terasa dekat. Bukan. Emang tidak ada
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
ISTRI CERDAS PURA-PURA BODOH

ISTRI CERDAS PURA-PURA BODOH

Zahra tersenyum kecut ketika mengingat masa yang telah lalu. “Tak perlu kujawab, kau pasti sudah tahu jawabannya!” jawab Budi dengan ketus. “Mas, sudah berulang kali aku katakan kalau kau ini bekerja menggunakan otak. Kau masih tetap bisa bekerja walaupun tanpa satu kaki. Dan kau juga bisa memakai kaki palsu untuk menutupi kekuranganmu!” “Kau bisa bicara seperti itu karena kau tidak menjadi diriku. Aku malu menghadapi orang-orang diluaran sana. Mereka pasti akan mengolok-olokku! Paham kamu?!”
8.4316.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
Dominasi sang Pewaris

Dominasi sang Pewaris

"Jadi, kamu penggemar Tuan Muda Roodenburg?" "Tentu saja!" jawab Mary mantap tanpa keraguan sedikit pun." Hanya wanita bodoh yang tidak mengidolakan Tuan Muda Roodenburg." Jack meletakkan kedua tangannya di pinggang. "Lalu bagaimana dengan wanita yang berani menghina idolamu itu?" "Apa?! Wanita seperti itu jelas sudah bosan hidup. Bukan hanya bodoh, dia bahkan tidak punya otak!" Mary tidak tahu bahwa dia sedang membicarakan dirinya sendiri.
9.260.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
Bukan Mauku jadi Madu

Bukan Mauku jadi Madu

Sudah berulangkali ia meminta Salima untuk mundur dan tidak mendekatinya lagi, namun Salima bagaikan anak kecil, semakin dilarang ia semakin bersemangat untuk melakukannya. Salima merasa hatinya seperti sedang dicabik-cabik oleh setiap perkataan Fahri. Dua tahun lamanya ia berusaha merebut perhatian Fahri, namun perjuangan itu sama sekali tidak berarti di mata Fahri. Merebut hatinya Bu Halimah ternyata tidak cukup untuk merebut hati anaknya juga. Ia yang tadinya yakin dengan pepatah sunda yang mengatakan bahwa “cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok“ yang artinya sekeras apapun batu, akan berubah bentuk jika terus ditetesi air setiap harinya. Namun ternyata pepatah itu tidak berlaku un
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Tapi sejauh ini, kita bisa kendalikan itu. Targetnya kandidat baru. Selama kandidat baru mengerti apa yang semestinya tidak mereka pusingkan, kita aman. Lagi pula, apa yang bisa dia beritahu ke kandidat baru? Kita sudah lihat sejauh apa dia mencoba mempengaruhi kandidat baru—tidak ada apa-apanya. Yang dia hina hanya tentang pacaran, lembek, atau sejenisnya. Semua itu cuma omong kosong. Dia tidak punya dasar kebencian lebih dari cemburu, beda dengan kasus terdahulu.” Kuakui itu benar. Umpatannya tidak begitu berarti. Mereka bisa dibungkam sangat mudah dengan menunjukkan keadaan aslinya. Kalau semua penghuni punya akal pendek seperti itu, sudah sejak lama umpatan para penghuni ke geng idiot l
1019.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 738 kali sebagai muka orang idiot
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status