Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JARAK SEJUTA DETIK

JARAK SEJUTA DETIK

ujar Friska. “Ohh,” desis lelaki itu dengan mengangguk pelan, ekspresinya datar seolah sudah bisa membaca situasi ini. “Oke, kalau begitu.” Acara kembali berlangsung, MC pun langsung mengarahkan ke acara berikutnya yaitu pemotongan kue, acara dansa, menyanyi dan lain sebagainya.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

“Saya ingin meminta keringanan untuk pulang lebih awal hari ini. Saya ingin menengok saudari Saya yang baru saja selesai melahirkan.” Mungkin karena terlalu gugup akibat Dirut mudanya tersebut terkenal memiliki tatapan mata yang tajam juga ekspresi muka yang galak, Monika jadi sepenuhnya mengalihkan perhatian ke papan nama di atas meja saja. Itu adalah “Arkan Diaksara” … nama yang Monika baca diam-diam di dalam hati. “Double kill!” “…?”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Mauku Jadi Satu-satunya!

Mauku Jadi Satu-satunya!

Mengingat Mosha bisa saja bertindak nekat karena emosinya yang meningkat. Perlahan Adam melangkah memasuki kamar. Maki dan sumpah serapah terdengar memenuhi ruang, Adam terus mendekati Mosha yang makin terisak di sana. “Pelayan tak bersalah apa-apa, jadi lebih baik kau limpahkan semuanya padaku.” Adam mencengkeram bahu Mosha hingga penolakan itu datang. “Pukul aku jika itu bisa membuatmu puas, Sayang.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

@rrrrty apaan nih, nggak cocok lo sama Radit @rnika @yryhy bagusan sama kak @kalunaaa aja daripada sama @rnika @bucinnyaradit wajah biasa aja kenapa pede banget jadi pacarnya Radit, sadar diri dong @rnika Rahangku mengeras seketika. Itu adalah tiga contoh komentar yang memojokkan Ika. Aku menggebrak meja karena kesal. Punya hak apa mereka soal hidupku?
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Satu Atap dengan Maduku

Satu Atap dengan Maduku

’’ ‘’Wajahmu pucat, sebaiknya kamu izin pulang ke bos,’’ ujar rekan kerjanya tadi. ‘’Ini hari pertama aku kerja. Gak mungkin aku izin, gak enak juga kan sama yang lain. Nanti juga sembuh, kayaknya cuma masuk angin biasa.’’ Aluna mencuci tangan di wastafel. Memperbaiki make-up yang sedikit berantakan setelah muntah-muntah.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Dasar Cinta Monyet Raka tuh anak kelas empat SD yang katanya pernah nolongin Ara waktu jatuh dari sepeda, ngajarin Juz Amma karna tingkatan hapalannya lebih tinggi dari Ara, nyelametin kucing yang jatuh ke selokan, dan 1001 kebaikan-kebaikan lainnya yang hampir setiap hari masuk ke kuping Arya waktu dia masih serumah sama adiknya itu. Aahhhh nyesel banget tuh si Ara nanya-nanya!!
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
RATU YANG DINGIN

RATU YANG DINGIN

Malam ini, memang terasa sangat begitu melelahkan bagi Ajeng tapi dia senang karena bisa membantu orang lain disaat seperti ini. --------------------------------------------------------------- Halo semuanya, tetap dukung aku terus yah untuk kedepannya 🙂🙏 Note: -Tandu: Sejenis kereta kuda, seperti delman. -Tabib: Panggilan untuk seorang dokter. -Gubuk: Rumah terbuat dari kayu -Dekrit : Tanda pengenal untuk bangsawan ataupun bawahan bangsawan.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Bukan Milkku

Bukan Milkku

Mereka duduk saling berhadapan. "Kenapa sirik ya lo! Ini juga usaha kakak ipar mendekatkan diri!" Balas Tika tak kalah ketusnya. Alia memeragakan seperti orang mau muntah, kemudian dia bicara. "Kaya Kak Dewa mau aja sama Lo!" Rani hanya menatap Sana sambil tersenyum meminta maaf. Sana menggeleng sambil tersenyum. "Gak papa." Ucapnya pelan.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sambil mengangkat batu penggilingan, Mawar berbalik menatap mereka. "Aku juga kaget. Aku benar-benar bisa mengangkat batu penggilingan ini!" Mawar masih tampak terkejut, lalu dengan mudah meletakkan batu penggilingan itu kembali. "Aku mau coba juga!" Ratna menggosok-gosok tangannya. Dia melangkah ke depan mendekati batu penggiling itu dengan wajah yang tidak sabar ingin mencoba.
8.540.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Belenggu Hasrat Mantan Suami

Belenggu Hasrat Mantan Suami

Mika menjerit lalu menutup wajahnya saat Rafka tiba-tiba saja memukul dinding lift di belakangnya, hanya berjarak beberapa senti dari sisi samping kanan kepala wanita itu. Pria itu seolah sudah tak lagi bisa merasakan sakit di tangannya yang sebelumnya telah terluka karena memukuli setir. "Mati rasa. Itu, adalah hancur yang sesungguhnya, Mika. Rasa sakit karena hancur itu telah sirna, bahkan jika kamu memotong tanganku, kakiku dan membelah tubuhku. Kamu menjadi mati rasa." Mika merasa tak sanggup lagi menopang tubuh dengan kedua kakinya yang gemetar tak terkendali, di bawah naungan tatapan Rafka yang jauh lebih tajam dari belati.
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status