MALAM GILA DI RANJANG MERTUA
Rahang, garis hidung, bahkan sorot mata itu—semuanya terasa… akrab.
“Wajah kamu,” ucapnya pelan namun jelas, “sangat mirip dengan saya.”
Rama tersenyum kecil, sedikit kikuk. Ia bahkan tak berani menatap langsung terlalu lama.
“Suatu kehormatan bagi saya, Tuan,” jawabnya sopan, kalimat sederhana namun cukup membuat sudut bibir Tan Sri Mukhriz terangkat lebih lebar.