Merebut Hati Suamiku
Ia berjalan mendekat ke pusara Kaindra, mendudukkan dirinya di samping batu nisan dengan tangis deras dari kedua matanya.
"Maafkan semua kejahatanku, ya, Kak. Aku terlalu mencintaimu, sehingga tanpa sadar membuatmu dalam bahaya," ucap Melati di sela-sela isak tangisnya.
"Aku ... aku mencintaimu. Aku akan selalu mencintaimu, Kak. Dan aku akan sering berkunjung ke sini untuk menemuimu."
Gadis itu menarik napas panjang, tangannya terus mengelus batu nisan yang terbuat dari marmer itu. Kedua matanya sudah memerah dengan pandangan berkabut, tetapi Melati belum mau beranjak dari sana.
Hot Chapters