Istri yang menjadi Gundik
Di dalam kamar tidur, aku diam-diam merapikan pakaian.
Di cermin meja rias, wajahku tampak pucat tanpa warna. Di sebelahnya terletak satu set parfum pemberian Doni, katanya itu edisi terbatas yang khusus dibawa langsung dari Kota Batri.
Memikirkannya sekarang, terasa sangat ironis.
“Elma.”
Suara Doni tiba-tiba terdengar dari belakang. Aku kaget dan botol parfum itu terlepas dari tanganku, pecah berkeping-keping di lantai marmer.