Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Never Cease

Never Cease

Pikirannya masih tertuju pada cinta pertamanya yang berada di Seoul. Drrt drrtt. Ponsel milik Mark bergetar dan menampilkan chat Line dari Ningning pada layar utama. LINE Ningning |Mark |Aku akan kembali ke Seoul besok Kau sendiri? Aku ingin ikut :( Ningning |Kau saja belum sembuh |Sudahlah, pulihkan saja dulu lukamu itu |Aku akan kembali ke sini lusa |Jangan rindu padaku ne? :v
3.0K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as never go back
Read
+Library
Setelah Semua Penderitaan Berlalu

Setelah Semua Penderitaan Berlalu

Dia melepaskan tanganku perlahan dan membisikkan satu kalimat di telingaku, “Sayang, jangan pikir yang aneh-aneh. Aku hanya pergi melihatnya sebentar dan langsung balik nanti.” Kemudian, dia pun berbalik dan berlari pergi. Meninggalkanku berdiri sendirian dengan air mata yang terus mengalir. Menjijikkan, benar-benar menjijikkan. Mulutnya masih memanggilku ‘sayang’, tapi tanpa ragu pergi menemui wanita lain.
11.8K viewsCompletedAdded to Library 378 Times as never go back
Read
+Library
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

Aku nggak akan pernah kembali ke tempat yang memberiku luka. Never go back to what hurt you. “Lo, Dik?” Widi beralih menatap Diki yang paling pendiam di antara kami. Yang ditanya menggelengkan kepalanya. “Gue yang balik kalo gitu.” “Eh, gue juga mau balik,” kata Dewa yang baru saja kembali dari toilet dan mendengar sepintas obrolan. Widi kemudian memandang ke arah Ben dan meminta pendapatnya. “Boleh nggak, Ben?”
9.9141.8K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as never go back
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

"Ria cuma merasa perlu memikirkan finansial untuk hidup ke depan, dan kesempatan itu ada di depan mata." Tak ada yang menyanggah, termasuk juga bapak yang biasanya banyak gagasan dan pandai berargumen. Keputusan itu bulat. Tiga hari setelah pamitan, dia memutuskan untuk benar-benar pergi. Pada moment kepergian itu ada hati yang gemetar dan dilanda kebingungan yang dahsyat. Ia ingin menghalau, tapi kembali dia sadar bahwa dia tidak memiliki kekuatan. Dia bukan siapa-siapa.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as never go back
Read
+Library
Kesalahan yang Tak Terhindarkan

Kesalahan yang Tak Terhindarkan

“Oppa korengan yang ada, hehe.” “Yaudah gw pulang dulu yah bye,” jawab Ana melanjutkan. Dia pun berdiri dan bergegas untuk pulang. Pernyataan temannya tersebut sedikit mengganggu pikiran Ana. Namun kali ini dia sudah memutuskan untuk mempercayai Rico kembali dan menghiraukan ucapan temannya tersebut. Malam pun tiba, tapi Rico masih belum menghubungi Ana. ‘Dia masih sama temannya gitu yah? Apa aku telpon saja’ pikir Ana.
107.7K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as never go back
Read
+Library
Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Aku memegang ponsel, tidak menjawab sepatah kata pun. Suaranya terdengar bergetar menahan tangis. "Jawab! Katakan kamu ada di mana, Ibu pergi menjemputmu." Aku menjawab dengan tenang, "Nggak perlu. Aku ada di luar kota, nggak akan pulang dalam waktu dekat." Di seberang telepon hening selama beberapa detik.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as never go back
Read
+Library
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Dalam perjalanan pulang, Baron bertanya padaku. “Mbak Mus, kenapa Mas Baskara nggak ikut kita ke desa?” Aku tersenyum dan menjawab sekadarnya. “Dia dapat tugas mendadak, jadi langsung balik.” “Oh… kali ini perginya berapa lama, Mbak Mus?” “Nggak tahu.” Mungkin bulan depan. Mungkin… selamanya. [Tamat]
9.8K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as never go back
Read
+Library
Suamiku Duda Bisu

Suamiku Duda Bisu

Tentang memilih satu sama lain, lagi dan lagi. Dan tentang tidak lagi menoleh ke belakang. BERSAMBUNG ***
103.0K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as never go back
Read
+Library
Come Back To Where I Should Belongs

Come Back To Where I Should Belongs

“Mungkin karena aku sudah tua, aku lupa kalau aku belum menikah. Bahkan lupa memikirkannya, karena aku tua.” Kenzo terkekeh, namun tawa itu segera meredup. Wajahnya kembali serius. “Karena keputusan itu sudah kau ambil,” ucapnya, “kita harus kembali ke Jakarta besok.” “Apa?” Raline terperanjat. “Bukankah masih ada empat hari lagi?” “Empat hari adalah waktu paling singkat untuk mengurus pernikahan. Kita harus kembali besok.”
432 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as never go back
Read
+Library
Adakah Jalan Untuk Kembali

Adakah Jalan Untuk Kembali

Nadia melangkah ke kasir. Tidak lama kemudian keluar kafe tanpa menoleh ke belakang lagi. Ia kembali disambut teriknya matahari. 🖤LS🖤
10140.6K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as never go back
Show Reviews (43)
Read
+Library
Naomi Sari
Hi mba Lis, novel2 bikinan mba ga prnh bikin bosen utk dibaca…trs berkarya yah, smg novel2 berikutnya lbh seru dan “menggetarkan jiwa”, hihi…kl blh sedikit saran&request, aku berharap mgkn story berikut2nya dibikin agak sedikit beda biar semakin greget2 lg pas bacanya, hehe…warm regards to you mba!
Mau baca Novel
ahirnya ada di goodnovel......... dari muda sy suka baca novel beriringan dgn baca kitabku,sebenarnya novel itu gambaran dr kehidupan,dan sy suka baca novel by lis ini Krn menuntun para wanita muda bgmn hidup dgn benar dan berharga diri,mandiri,memang bnyk karakter,tinggal kita dpt memilah dan memilih,
Read All Reviews
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status