Gadis Kesayangan Tuan Adrian
“Tidak apa kalau tidak mau, aku bisa mengajak Amara, sebagaimana biasanya.”
Mendengar hal itu, aku menggeleng cepat. “Tidak, Tuan. Bukan begitu. Saya mau.”
Sekilas, aku bisa melihat senyum tipis melintas di wajah Tuan Adrian. “Bagus. Setelah ini, minta Sekar menyiapkan keperluanmu untuk tiga hari perjalanan. Kita berangkat nanti malam.”
Tiga hari? Lama juga, pikirku. Namun, yang keluar dari mulutku hanyalah, “Baik, Tuan.”