Karma Pedas Sang Mantan
Senyum kecil muncul di wajahnya.
“Iya, Bu Lik… makasih ya…”
“Nah, pinter. Sekarang sana, mandi terus wudhu. Jangan sampai kelewat Subuhnya,” ucap Bu Lik sambil menepuk lutut Dira pelan.
Dira bangkit, mengusap matanya, dan berjalan menuju kamar mandi. Kali ini langkahnya tak lagi berat. Setelah membasuh wajah dengan air wudhu yang sejuk, ia berdiri di atas sajadah, menengadah dalam sujud. Hatinya masih sakit, tapi kini ada ruang kecil yang mulai terang.
الفصول الرائجة