Cinta Untuk Rumah Terakhir
Selaku orang yang sudah bekerja cukup lama disana, dia mengatakan bahwa tidak ada lagi seorang karyawati yang masih tertinggal di pabrik di jam seperti sekarang kecuali satu, seorang sekretaris, karena bosnya tidak sedang mengadakan kerja lembur untuk seluruh karyawannya,
“Sebenarnya, sebelum kesini aku sudah bertanya terlebih dahulu dengan saudaranya kekasihku itu. Tapi kalau mendengar perkataanmu barusan, berarti orang itu mungkin salah.” Laki-laki kekar itu beranjak. Tak lama setelahnya, seorang perempuan mencuat dari balik gerbang pabrik. Membuat keduanya kompak menegakkan badan.
Hot Chapters