Bersama Tanpa Terpaksa
Kalau bukan karena paket COD, sudah pasti ia selipkan lewat jendela.
"Pakeeet." Devan agak mengeraskan suaranya. Ia melihat lagi paketnya, alamat benar, nomor teleponnya ada, tapi Devan tidak mau menelepon. Ia kapok, pernah ia telepon dan berujung dapat kiriman gambar-gambar tak senonoh beberapa kali. Sering ditelepon juga dianya dengan modus tanya paketnya, padahal tidak ada. Akhirnya Devan memilih ganti nomor dan tak mau lagi membagi secara gratis nomornya pada tante-tante itu.
"Lama banget sih, Tante." Devan menggerutu. Malas menunggu dan memegang paketnya, pasalnya isinya beberapa mainan orang dewasa dan juga obat kuat. Devan geli dan jijik.
Hot Chapters