Mengembalikan Senyum Bidadari
“Aku tetap pada keputusanku, Mas.”
Pandu menatap sendu wanita yang ia perjuangkan mati-matian itu. Keputusan Rosa sepertinya tak bisa diganggu gugat lagi. Ambisi dan dunia menutup hatinya. Rosa bicara agama jika itu menguntungkan untuknya, tetapi jika menentang kodrat, ia lari dari ketentuan yang Allah berikan. “Aku sudah pernah berada di puncak kesuksesan, Ros. Jauh dan melebihi apa yang kamu raih sekarang. Semua enggak akan ada artinya, jika kamu mendapatkan sebongkah emas, tetapi kamu kehilangan segenggam berlian. Jangan kamu menyesal sama sepertiku, Ros. Hidupmu akan terasa hampa, jika sesuatu yang bisa diandalkan dan berharga telah pergi.”