DENDAM SANG PUTRI
Lalu jari-jarinya yang menawan dengan sebuah cincin dengan batu permata berwarna biru, mengelus-elus tubuh kuda-kudanya secara berganti.
"Wilona, pintar sekali kau merawat Ruby dan Daren," pujinya dengan penuh ketulusan.
"Terima kasih, Tuan," ucapnya gugup, dan hanya itu yang sanggup ia ucapkan. Sedang hatinya merasa berbunga-bunga mendengar pujian dari lelaki yang ia ketahui dari ibunya, adalah lelaki yang sedari bayi sudah dijodohkan dengannya. Dan saat ini jodohnya itu berdiri sangat dekat sekali dengannya, bahkan aroma wangi parfum yang keluar dari tubuh lelaki itu pun tercium jelas oleh hidungnya.