Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENGAJAR CINTA

MENGAJAR CINTA

Ia tengah menikmati tontonan drama Korea kesayangannya bisa dibilang tontonan wajib seminggu sekali yang selalu ia tunggu-tunggu. Setelah menyelesaikan tiga episode berturut-turut, Dinda memutuskan untuk tidur. Namun, ponselnya tiba-tiba berbunyi, menandakan ada pesan masuk. “Miss Dinda, saya mau menyampaikan pesan dari Pak Putra. Apakah lusa Miss bisa kembali mengajar Adek?” tulis Nita, pengasuh Ares. Dinda tersenyum cerah begitu membaca pesan itu. Hatinya menghangat, seolah sebagian kekhawatirannya perlahan larut bersama malam.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Malam harinya, kami saling berbagi makanan khas daerah masing-masing sambil membicarakan impian dari penjuru negeri. "Kamu ke sini untuk kuliah?" Gadis yang tidur di ranjang seberangku bernama Dinda. Dia berasal dari provinsi lain dan sedang mempersiapkan diri untuk ujian CPNS. "Wah, masuk universitas terbaik Adiwangsa, hebat sekali!" Aku hanya tersenyum tipis tanpa banyak bicara. Malam itu, aku tidur dengan sangat pulas. Tidak ada omelan Ibu, tidak ada tangis buaya Ajeng, dan tidak ada lagi kalimat jangan membuat keributan dari Rangga.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

Ia terkejut dengan kalimat Dinda. “Iya, Ma. Dinda berani bersumpah kalau Sisi itu anak A Raka.” Aku tidak pandai membaca pikiran atau pun ekspresi seseorang, tapi aku yakin Dinda berkata jujur. “Jangan mengarang cerita Dinda. Jelas-jelas aku melihat kamu...” “A, itu terjadi sesudah Sisi lahir.” Dinda memotong dengan cepat. “Sisi, main sama Nini, yuk! Di belakang Nini punya banyak bunga lho, Sisi suka bunga gak?”
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
SEKRETARIS PENGHANGAT RANJANG PRESDIR DINGIN

SEKRETARIS PENGHANGAT RANJANG PRESDIR DINGIN

Semilir angin sore menyapu wajah Dinda masih memerah oleh amarah yang berusaha dia kontrol. "Ada sebuah kisah kelam dalam hidup saya. Dulu, ketika saya menginjakkan kaki di kota untuk praktik dari sekolah, di sebuah bar di satu hotel terkenal, saya diperkosa oleh seorang pria brengsek yang sama sekali gak saya kenal. Apa suatu kebetulan Bapak mengenal pria itu?" tanya Dinda "Dinda...."
10183.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Dinda, yang kini duduk di kelas empat SD, semakin mirip Dion tenang, tapi matanya menyala penuh rasa ingin tahu. Suatu pagi, ia duduk di beranda sambil menulis sesuatu di buku kecil. “Bunda,” katanya tiba-tiba, “boleh aku baca puisiku yang baru?” Dina tersenyum. “Boleh, Sayang. Aku dengerin.” Dinda membuka bukunya dan mulai membaca pelan: “Dulu aku takut gelap, karena kupikir cahaya cuma dari lampu.
722 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
Gara-gara Patah Hati Berakhir Dinikahi Bos Sendiri

Gara-gara Patah Hati Berakhir Dinikahi Bos Sendiri

"Lo kenapa, Din? Kayak abis dikejar setan aja." Dinda mengatur nafasnya sekali lagi, dan menjawab, "Lebih dari itu, Nit." Anita mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud dari kata-kata Dinda. "Hah?" respons Anita, mencoba mencerna apa yang baru saja didengarnya. Dinda hanya menggeleng cepat. "Bukan apa-apa kok!" ucapnya, dengan cengiran. Tepat saat itu, Bu Merry, kepala divisi mereka datang dengan rambut bob hitamnya yang selalu terawat.
950 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
Bunga Beracun Keluarga Suamiku

Bunga Beracun Keluarga Suamiku

Eva tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, hanya memberikan tatapan dingin sebelum akhirnya berbalik dan keluar dari kamar, meninggalkan Dinda dalam keadaan bingung dan cemas. Dinda merasa tubuhnya lemas. Apa lagi yang harus ia hadapi? Dinda yang duduk sendirian di kamarnya, merenungkan nasibnya, sementara bayangan perintah baru yang akan datang membuatnya merasa semakin terperangkap dalam situasi yang tak berujung. Ketidakpastian yang terus melingkupi hidupnya kini terasa lebih nyata daripada sebelumnya, dan Dinda tahu bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya akan menentukan jalan hidupnya. Apa yang akan terjadi selanjutnya pada Dinda, bagaimana dia akan menghadapi tantangan baru yang dib
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

“Mbak, aku dan Mas Denta dipecat dari pekerjaan kami, Mbak. Karena skandal yang beredar itu. Dan Mas Denta pun meninggalkan aku dan Dewi. Anakku sekarang diasuh oleh ibuku sementara aku berjuang mencari kerja supaya bisa menghidupinya. Please tolong aku, Mbak Senja.” Nana Citra menangis dan terpuruk, bersimpuh di kaki Senja memohon belas kasihan. Senja sampai berjengit dan berusaha menghindar, tetapi Citra lebih cepat menangkap kaki Senja dan memeganginya. “Aku-aku tidak tahu lagi harus meminta tolong di mana. Rasanya semua pintu rezeki telah tertutup,” isak wanita itu. “Cit, jangan gini, Cit! Lepasin kakiku,” usir Senja sambil berusaha membebaskan kakinya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI

DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI

"Belum waktunya, aku butuh waktu." Clara menangis, Kevin, yang tidak mengerti apa yang terjadi, mulai menangis juga. Pak Dion dan istrinya yang mendengar keributan dari dapur hanya bisa menghela nafas. Sementara itu, jauh di Indonesia, Evelyn duduk di ruang komando Markas Crimson Fang, menatap layar yang menampilkan rekaman dari apartemen Paris. Ia tersenyum. "Bagus," gumamnya. "Mulai retak."
512 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

“Setelah ini mau ke mana? Kudengar kita akan sangat sibuk hari ini.” “Apa kamu yakin gadis itu sudah mengerti betul jalan pulangnya?” Pertanyaan yang Ben ajukan sama dengan apa yang Denver ingin ketahui. Denver merasa lega Ben mewakili dirinya untuk bertanya kepada Sander. “Kampungnya terletak di tempat terpencil. Bukankah setelah naik kereta dia masih harus menaiki bus lalu kendaraan roda dua?”
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai novel kisah untuk dinda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status