Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!
Naufal sudah meracau, semakin tak bisa mengontrol hawa nafsunya.
Sambil terus menyusu dan mengaduk-aduk liang senggama Nayla, Naufal pun mengarahkan batangnya yang makin terasa sesak di dalam celana. Ia dekatkan dengan milik Nayla, dan ia gesek-gesek naik turun.
“Ahh! Ohh! Enak, Dok. Iya, begitu." Nayla tiba-tiba saja bangkit gairahnya.
Dengan cepat, ia melumat bibir Naufal dan disesapnya dalam-dalam. Semakin dalam ia menekan kepala pria, maka semakin dalam pula ciuman mereka.
Hot Chapters