Takdir Memisahkan Kita
Kemudian, ia kembali mengeluarkan buku catatannya, menunduk, dan menulis dengan gerakan yang pelan.
[Memaafkan ke-98. Dia membuat wanita lain hamil, tepat di hari yang sama saat dia melamarku.]
Setelah selesai menulis, ia menatap baris kalimat itu. Air matanya jatuh satu per satu, membasahi halaman buku itu, membuat tulisan di atasnya perlahan menjadi kabur, sama seperti puluhan catatan sebelumnya.
Laila lalu menutup buku itu. Dan di dalam hatinya, sebuah keputusan pun kian menguat.