Kisah Kejatuhan Seorang Ibu yang Kesepian
Demi tidak diancam oleh mereka, demi melindungi pernikahan dan keluargaku yang bahagia, aku terpaksa menyerah.
Aku menggigit bibir merahku, menyibakkan rambut ke samping, dan sepenuhnya menampilkan pesonaku. Aku bahkan memanggil mereka suami dan ayah.
...
Aku tidak ingat bagaimana bisa pulang. Sepanjang perjalanan, aku menyetir sambil menangis. Saat sampai di rumah, mataku sudah bengkak.
Aku ingin menelepon suamiku dan mendengar suaranya. Namun, setiap kali aku meneleponnya, aku langsung menutupnya. Aku tidak punya keberanian.