Putri Bunga Bangkai
Laki-laki itu menoleh dan melihat Putri Aludra yang datang menghampiri, bersama Adolf dan juga Miya.
"Masya Allah, jadi ini harum seorang putri dari negeri Putih itu. Aku merasa terhormat bisa mencium dua aroma dari putri yang cantik jelita dari negeri Putih itu," tutur Guru Arkatama tak lupa mengulas senyum.
"Guru terlalu menyanjungku. Terima kasih kau tidak keberatan menampung aku yang tidak normal ini di sini."
"Semua makhluk sama, jangan berpikir demikian. Duduklah, mari kita sarapan dengan menu seadanya," kata Guru Arkatama mempersilakan.