Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kamu Menidurinya?

Kamu Menidurinya?

“ASTAGA? ADA APA DENGAN WAJAHMU?!” Fiana heboh dengan kedatangan Fahmi—melihat wajah penuh luka, sudut bibir berdarah. Fahmi menghiraukan pertanyaan Fiana, lelaki itu masuk ke dalam rumah Fiana tanpa permisi dan duduk di ruang tamu. Fahmi merasa tidak tahu tujuan untuk pergi, jadi memutuskan untuk bertemu dengan wanita yang pernah dia tiduri. Wanita matre yang menginginkan dibelikan tas mahal.
9.4181.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.3K Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Aku memelotot ke arahnya, berharap dia mengerti untuk menjaga ucapan. “Hai, aku Meri, sahabat sehidup semati Era.” Tanpa aku suruh, Meri mengulurkan tangan kepada Fahmi. “Saya Fahmi, teman lama Era dari Siak.” Lelaki itu tersenyum. “Ough. Ke sini khusus ketemu Era?” “Tidak. Kebetulan saya ada pelatihan besok, jadi saya berangkat duluan agar bisa ketemu Era.”
108.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 184 Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Dia juga melemparkan tangan Satria yang diletakkan di punggungnya, dengan mata merah dan basah penuh kebencian. Tetapi, anakku, bukankah kamu paling benci jika aku ikut campur dalam hidupmu? Bukankah kamu selalu merasa aku seperti orang gila, dan berharap aku berada sejauh mungkin darimu? Kenapa kamu, yang begitu menginginkan kematianku, malah jadi begini setelah keinginan itu menjadi kenyataan? Mertuaku duduk di samping dengan rasa bersalah. "Aku juga nggak tahu, penyakit ini bisa membuatnya meninggal begitu saja ...."
7.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 236 Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
Istri Pengganti yang Tak Dicintai

Istri Pengganti yang Tak Dicintai

"Ah, tahu begitu seharusnya aku membiarkan saja ia dengan pendapatnya, yah. Dengan begitu ia bisa bebas menjalin cinta dengan sahabatnya tersebut." "Tunggu, Mat! Kapan kau dan Noura bertemu dan mengobrol hal privasi seperti itu?" Dean merasa heran. Tadi Mat bilang kalau ia mengatakan pada Noura. Berarti mereka pernah bertemu secara langsung karena mustahil bagi Mat untuk menghubungi Noura melalui sambungan telepon hanya untuk menyampaikan hal sensitif seperti itu. "Beberapa hari yang lalu. Tidak bertemu sebetulnya. Bicara lewat telepon."
1089.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.6K Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

Ibu bisa datang ke kantor sebelum jam makan siang nanti untuk bertemu dengan beliau? [Bisa saja, sih, Mey. Tapi ada apa, ya, Pak Najib mau ketemu dengan saya? Apa soal video itu? Apa rahasia kita bocor, Mey?] Marwa menjadi sedikit cemas. [Saya kurang tau, Bu. Tapi kalau soal rahasia video itu aman, Bu. Bu Marwa nggak usah khawatir] [Oh, ya sudah kalau begitu. Nanti siang saya ke sana]
5.713.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 521 Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
Nona Incaran Ketua Mafia

Nona Incaran Ketua Mafia

"Untungnya tadi aku mengikuti mu, kalau tidak belum tentu kamu bisa ikut makan disana." Matteo tidak menyerah. Ia mengeluarkan ponselnya dengan wajah puas. "Liburan kali ini ternyata menyenangkan. Aku bertemu junior yang pintar dan berprestasi." Ia mengangkat ponselnya sedikit. "Lihat, aku bahkan sudah bertukar kontak dengannya." "Kalau begitu selamat," jawab Shin datar. Matteo mengangguk meski Shin tidak melihatnya. "Selain nomor Adrian, aku juga dapat nomor Bella dan Chiara. Bukankah itu artinya kita sudah berteman?"
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 131 Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
Talak Usai Bertemu Mantan

Talak Usai Bertemu Mantan

Aku, Pak Farabi, kedua orang tuanya, dan Airin jalan bersama. “Pak Adilaga.” Tanpa sengaja ayah mertua bertemu sahabat lamanya. Pria itu lantas meminta izin pada istrinya untuk berbincang dan melepas rindu bersama sahabatnya. Bu Sekar mengizinkan. Kami lantas kembali melanjutkan langkah untuk menikmati keindahan tanjung batu bolong.
1011.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 253 Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Ucap Bram ketika Genta mengikuti Bram kekuar dari cafe. "Oh iya mana anaknya?" Begitu menoleh kebelakang, Genta melihat wanita yang tengah mengekori Abian. Ia sontak tersenyum lebar ketika kedua mata mereka bertemu. "Saras sama aku ya, biar aku ada temen juga." Ujar Genta saat Saras sudah sampai disampingnya. Saraa mengangguk senang, "Iya Mbak, ngomong-ngomong ..."
109.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 258 Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

keluh Rianti dengan nada merengek. Lili dengan rambut lembapnya memperhatikan Rianti yang masih kumal. Lili tadi bangun di awal dan ia langsung mandi duluan. Sedangkan Rianti dan Emmy sedikit sulit dibangunkan dan pada akhirnya mereka jadi berebut toilet. Lili kemudian mengetuk-ngetuk pintu toilet. “Tok.. tok.. tok..” “Emmy.. Emmy.. Di depan ada Bang Arif. Dia nungguin kita, kita disuruh ngumpul!”
108.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 222 Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

“Kamu di mana? Kok lama sekali angkat telpon mama?“ “Iya maaf ma, tadi ga kedengaran ma.” “Itu ada Fio jemput.” “Katanya mau ada acara geladi bersih paduan suara," lanjut mama. “Cepat turun!” Aduh mama, aku kan lagi di Prancis, aku lagi mau ke Katedral Basilique nih ma, gumam Crystal dalam hatinya.
105.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 185 Beses bilang nun mati bertemu fa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status