Jatah Bulanan Ibu Mertuaku
Entahlah hatinya sangat tidak bisa kupahami.
"Pergi yuk, Bu, percuma punya kakak laki-laki, nggak bisa bantu apa-apa!" ajak Nurma pada ibu, mulutnya masih saja mencibir kami.
"Nur! Kamu itu yang sopan!" tegurku lagi.
"Kamu harusnya mikir dulu kalau mau dzolim sama aku, kamu juga punya mertua, punya ipar, kamu pasti pengen mereka memperlakukan kamu dengan baik, kan?"