Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ambisi Sang Penguasa

Ambisi Sang Penguasa

" *** Minggu pagi usai bangun dan mandi, Luis berpakaian rapi. Tampak modis bak model dadakan. Kaus putih dipadukan dengan jaket denim dan celana selutut, sepatu yang kemarin kotaknya dibuat tempat menyimpan surat akhirnya dipakai. Rayban membingkai matanya agar tidak silau. Luis mengemudi dengan satu tangan, sementara tangan lainnya disandarkan pada jendela yang terbuka. Sambil mengedarkan pandangan ke sekitar, mencari inspirasi kegiatan pagi ini. Sebetulnya, Luis hanya asal berkendara, tidak tahu tujuan. Cuma buang-buang bahan bakar. Kemudian ia melihat barisan orang berbondong-bondong mendatangi sebuah lahan kosong di dekat pusat kota, letaknya di dekat stasiun radio. Luis menyipitkan mat
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Penakluk

Pesona Sang Penakluk

Pengalaman bertahun-tahun keluar masuk gunung membuatnya tetap mampu berpikir jernih meski bahaya berada begitu dekat. "Jangan berpencar! Pastikan kalian saling melindungi!" Para pemburu segera bergerak. Mereka merapatkan posisi, membentuk formasi pertahanan dengan orang-orang bertombak berada di bagian depan, sedangkan para pemanah mengambil posisi di belakang. Rama berdiri di sisi Wiguna. Tangannya menggenggam busur pusaka, sementara pandangannya bergerak perlahan menyusuri semak-semak di hadapan mereka.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

-7 Sumpah- Mimpi adalah kunci untuk kita Menaklukkan dunia Berlatihlah tanpa lelah Sampai engkau merainya. Laskar pelangi -- Nidji -------------------------------------------- Kebersamaan bersama teman adalah waktu istimewa bagi Airin. Sekalipun terkadang mereka usil, bawel, dan kepo. Bagi Airin itulah teman. Dengan berbagai sifat dan karakter mereka, yang akhirnya menjadi 'Kita' untuk Airin dan semua sahabatnya.
9.96.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

Dalam sejurus cahaya benda pipih berasal dari seseorang yang rela bergadang demi game, mampu memperlihatkan samar-samar keadaan orang yang terlentang tak berdaya baik di sofa maupun di lantai. Menyadari sesuatu mendekat, Nathan mengalihkan perhatiannya dari ponsel. “Oh, sudah pulang.” Laki-laki dengan bekas luka sayatan di dahi itu meletakkan ponsel atas meja, kemudian bertepuk tangan. Seketika ruangan tersebut terang akan cahaya lampu, memperlihatkan riasan bergelantungan di dinding yang tertata ‘HAPPY BIRTHDAY ERWIN ARMY’. Merasakan cahaya terang menghunus kelopak mata, sontak saja tiga laki-laki dan satu perempuan terbangun akibat naluri kewaspadaan mereka.
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Di dalam dia mengeluarkan barang-barang yang dibawanya dan merapikannya. ~Catatan penulis~ Salam sehat teman-teman semua. Aku selaku penulis, mengucapkan terima kasih buat kalian yang sudah membaca karyaku ini. Aku mau ngasih tau, kalau karya ku ini berhubungan dengan karyaku sebelumnya yang berjudul "Predator Kota". Jadi buat kalian yang masih penasaran bisa langsung kepoin karya aku yang satunya itu. Terima kasih
9.93.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

--- ### **Konfrontasi di Mulut Gua** "Berhenti!" teriak salah satu pria itu dalam bahasa lokal yang kemudian diterjemahkan oleh Surya. "Tanah ini terlarang bagi mereka yang membawa kebisingan dari kota!" Surya maju ke depan, ia menunjukkan sebuah tato kecil di lengan bawahnya—simbol yang sama dengan yang ada di peti instrumen Jihan. "Kami adalah pembawa pesan Ardi Selaras. Kami datang untuk menenangkan drum yang sedang marah."
941 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Rahasia Istri Yang Disakiti

Rahasia Istri Yang Disakiti

“Kalian memilih cahaya. Itu langkah cerdas.” Clarisa berbisik pelan, “Dia yang kirim pesan itu.” Arkan tidak ragu. “Ya.” Ia melangkah lebih dekat ke layar. “Kau ingin apa?” katanya tegas, seolah orang itu bisa mendengar langsung. Beberapa detik kemudian jawaban muncul. “Horizon dirancang untuk menjaga keseimbangan.” Raka mendengus kecil. “Keseimbangan versi siapa?”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Dan mereka menemukan polanya; mana awalannya dan mana akhirannya. "Mungkin... dari panel itu. Gambar yang sederhana…” Ia menunjuk sebuah relief di tepi lingkaran; gambar yang menunjukkan pasangan dalam posisi yang relatif sederhana, berhadapan, saling memeluk dengan lembut. Seperti awal dari sebuah tarian yang panjang. "Oke..." Adit mengangguk pelan. “Yakin ya. Ini nanti, endingnya begituan loh…” kata Larasati.
10599.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.6K kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Wuusshh. Angin mulai menunjukkan keperkasaannya, hembusannya tiba-tiba saja menjadi cepat dan berat. Warna pelangi cerah berekor panjang di langit bagai semakin dilemparkan dari sisi satu ke sisi lainnya. Gerakannya mengikuti lengkung langit hingga menuju perbatasannya yang tak pasti. Para tokoh tua saling berlompatan dari tempat mereka. Muncul dari setiap sudut rimba persilatan. Mata mereka memandang tak berkedip pada warna pelangi di langit. Sebagian dari para tokoh tua berilmu tinggi itu terkesiap tak bicara saat mata mereka memandang warna pelangi yang melesat panjang itu. Sekalipun dari tempat yang berbeda dan berjauhan, namun hati mereka seakan serempak berkata, "Saatnya telah tiba! Ha
1031.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 807 kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Penjual Bunga itu Ternyata Istri CEO

Penjual Bunga itu Ternyata Istri CEO

Mungkin Pelangi bisa menerima orang lain menatapnya tidak suka, namun Pelangi menjadi sangat sedih, karena orang itu adalah Akarsana. Bisa ia rasakan sorot mata Akarsana yang dingin tengah menatap ke arahnya. Pelangi balas menatap Akarsana dengan sorot yang berbeda. Pelangi menunjukan bahwa ia sangat sedih hanya saja seperdetik kemudian Akarsana memalingkan wajahnya. Ia melengos begitu Pelangi menatap dirinya. *** Pelangi masih kelihatan linglung sekali pun Pak Andy selesai membacakan isi surat wasiat milik mendiang Kayla. Selain duduk dan melamun tidak ada yang bisa Pelangi lakukan.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai orientasi laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status