Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Abang Ojek VS Ibu Polwan

Abang Ojek VS Ibu Polwan

# Rembulan di malam hari # Lelaki diam seribu kata # Hanya memandang hatinya luka. # Hatinya luka.. # Udara terasa berat # Karena asmara sesakkan dada # Ketika cinta terbentur dinding # Terbentur dinding # Bukalah pintu hatimu # Yang selalu membeku # Agar kulihat lagi rembulan di wajahmu # Jangan sembunyikan hatimu padaku. # Lelaki dan rembulan.. # Bersatu di malam angin sepoi-sepoi..
9.447.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai padang bulan lirik
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Top Five vote 5/9/2023. 1.Produksidiperta 2.Agustian 3.Edy Suparman 4.Agustian Absyari 5.Awang Mulyadi. Terima kasih kk pmbaca utk votenya. Trrima kasih jg utk kk2 yg lain, yg tdk bisa sy tulis semua namanya di sini. Licin rejeki enteng jodoh sehat selalu dan dompetnya basah terusss.. amin.
Nia Ummi Hasan
baca novel burunan cinta Bu polwan ....kek nonton film ada debar2 kejutan, disetiap episode nya... tapi ada jengkelin SM Haikal ny yg lemot raih sinyal cinta nya olive... gue keplak tu kepala biar nyangkut sinyalnya
Baca Semua Ulasan
Marriage With Dosen

Marriage With Dosen

Percaya rasa jang dengar cerita Pegang sap janji sa tra coba berpindah Biasa sa cinta satu sa pinta Jang terlalu mengekang rasa Karna kalau sa su bilang Sa trakan berpindah karna su sayang Jangan kau berulah sa trakan mendua Cukup jaga hati biar tambah cinta Karna kalau sa su bilang Sa trakan berpindah karna su sayang Biasa sa cinta satu sa pinta Jang terlalu mengekang rasa Karna kalau sa su bilang Sa trakan berpindah karna su sayang Jangan kau berulah sa trakan mendua Cukup jaga hati biar tambah cinta Karna kalau sa su bilang Sa trakan berpindah karna su sayang “Ohooo hooooooo.” “Aku mencintai kamu, Pendek.” gumam Adrian tanpa suara tetapi bisa tertebak oleh Stella yang tersenyum le bar ke
1019.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 556 kali sebagai padang bulan lirik
Baca
+Pustaka
Bayi Untuk Suamiku

Bayi Untuk Suamiku

Ia menggedor sambil ngomel-ngomel khas seperti biasanya. "Jangan sok jual mahal, Bulan! Masih untung Daffa mau jemput kamu ke sini, nggak nyari istri baru. Kalau sampai Daffa nyari istri baru dan nggak peduli lagi dengan kamu, bakalan nangis darah kamu." "Hih! Berisik!" ujar Bulan seraya mengambil headset dan memutar lagu dengan volume full. Ia malas mendengar ocehan ibunya. Pusing.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai padang bulan lirik
Baca
+Pustaka
Sang Desainer

Sang Desainer

"Iya, Bi." Karina memandang bulan dengan tatapan sendu. "Ambilkan bulan, Bu. Ambilkan bulan, Bu. Yang s'lalu bersinar di langit. Di langit, bulan benderang. Cah'yanya sampai ke bintang. Ambilkan bulan, Bu. Untuk menerangi. Tidurku yang lelap." Karina bernyanyi dengan air mata yang mulai menetes.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 634 kali sebagai padang bulan lirik
Baca
+Pustaka
Maduku Sayang

Maduku Sayang

Damai. Selesai berzikir, kami menengadahkan tangan dengan berdoa masing-masing. 'Tuhan, maafkan kami yang baru membali melakukan penghambaan ini. Ketika susah atau senang seharusnya tidak lepas dari mengingatmu. Tolong satukan kami hingga maut memisahkan. Bahagiakan kami dengan kehadiran malaikat kecil,' batinku seraya menitikkan air mata kemudian harus menyudahi karena Ferdila sudah membalikkan badan. Aku mencium tangannya penuh takzim, setelah itu Ferdila mendaratkan kecupan di seluruh wajah. "Maafin aku, Sayang."
9.927.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 728 kali sebagai padang bulan lirik
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda

"Duduk sini, Ay!" Wanita itu menuruti apa kata suaminya. Melihat pekerjaannya Athalla yang terlihat sangat rumit sekali. "Mama sama Papa bilang, kita bulan madu." Athalla tertawa kecil. "Buat apa, Ay?" "Ya kan kita artinya sudah menikah. Pengantin baru." "Lagi nggak pengen bulan madu, Ay. Kamu saja belum mau diapa-apain." "Lo butuh anak?"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai padang bulan lirik
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

"Apa benar yang dikatakan Ardian? Kau mencariku? Kau menungguku? Dan apa kau masih mencintaiku?" "Ya aku mencarimu, bertanya kesana-kemari, setiap tahun aku berharap kamu kembali ke sisiku? Tapi apa yang ku dapat, sepi, sedih, luka itu yang aku rasakan, sampai Siska harus kuserahkan kepada Ardian agar aku bisa hidup, aku menjadi seorang artis, agar kau bisa melihat ku dan kita cepat kembali bertemu, nyatanya apa? Tidak ada yang kudapatkan, aku sendiri, merasakan semuanya sendiri, hatiku hancur mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin kembali, di saat itu aku memutuskan untuk kembali ke Ardian, namun sayangnya ia sudah memiliki wanita pujaannya!"
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai padang bulan lirik
Baca
+Pustaka
Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

Dia enggak nolak gitu? [Mana mungkin, nolak! Yang ada ketagihan. Kami sama-sama suka, jelas saja Endra bales dengan pelukan yang lebih hangat. Ah, pokoknya hari itu... semua kerasa sweet. ] [Dia perhatian banget. Kamu harus ngerasain juga, Zi, gimana senengnya ada laki-laki yang cinta dan ngasih dunianya ke kamu. ] Sandra mengirim pesan beruntun.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai padang bulan lirik
Baca
+Pustaka
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

Sambil menunggu panggilan, Bi Laila kembali mengingatkan suaminya. “Bang… ingat ya. Setelah ini tiap bulan kita harus menyicil pada Christy. Kita bukan bebas hutang, cuma berpindah kreditur saja. Bedanya… Christy tidak meminta bunga.” “Iya… iya… iyaaa,” sahut Paman Jalal dengan nada kesal. “Kamu tidak perlu terus mengingatkanku setiap waktu!” Bi Laila hanya menghela napas panjang. Nawang menunduk, tak ingin terseret lagi ke pertengkaran kecil itu.
1019.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai padang bulan lirik
Baca
+Pustaka
LANGIT penuh MELODY

LANGIT penuh MELODY

Dan banyaknya tujuan tersebut dilakukan selama tiga hari di sana, sungguh bulan madu yang sempurna. Langit dan Melody menikmati bulanmadu mereka dengan bahagia, berbaring berdua di dekat pantai nan indah. Mengusap rambut Melody dan mengusap tubuhnya, bahkan sesering mungkin Langit menciumi sang istri dengan begitu lembut. “Apa besok kita akan kembali?” tanya Melody yang melewati hari indahnya di Australia. “Tidak, perjalanan bulanmadu kita baru saja dimulai,” jawab Langit yang berbaring telanjang di samping Melody.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai padang bulan lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status