SANG PENANTANG WURAKE
"M.. empat belas ribu?"
Kini dia menggantang beras termurah dari beras yang kumaksudkan, dan aku tak berkedip memperhatikan sepasang tangannya, tangan yang sangat mungkin akan segera 'menyelamatkan' Zarima dan bayi-bayinya.
"Setengah liter, ya, Nak?"
Apa katanya, Nak? Oh, ternyata masih ada orang baik di dunia ini.
Setelah sekian lama, ini adalah kali pertama aku merasa dimanusiakan oleh seseorang. Terlebih lagi oleh orang yang tidak kukenal sama sekali seperti sekarang, demi Tuhan, ini benar-benar seperti mimpi.