Sang Junjungan
Sepertinya dia dari kebun pisang Wak Darman, mengambil daun-daun pesanannya untuk pembungkus nasi.
"Eeh, Mbak Pur, mampir!" ujarku, seraya menghampiri Mbak Pur yang berdiri lumayan jauh.
"Terima kasih, Dek. Saya masih harus melanjutkan memasak, maklum namanya juga pedagang." Pamit Mbak Pur, tetapi langkahnya kuhentikan saat pertanyaan kuajukan kepadanya.
"Mbak, apa efeknya jika tidak mengoleskan kunyit ke telinga seusai takziah?"
Hot Chapters