Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

tanya Yoru mencium aroma teh yang tidak biasa. “Ginseng sisik naga, tanaman ini banyak di Pegunungan Jade.” Yui tidak menoleh, dia fokus pada makanan yang akan dia bawa untuk Yuan. “Biar aku saja,” pinta Yoru. Pria itu mengambil nampan dan meletakkan cangkir serta piring kecil yang berisi makanan. “Terima kasih,” ucap Yui. Dia kembali membuang mukanya sesaat setelah mengucapkan terima kasih.
107.4K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
BUKAN MEMPELAI IMPIAN

BUKAN MEMPELAI IMPIAN

"Iya, Sayang. Ini namanya daun kelor. Bisa untuk sayur, bisa juga untuk obat. Banyak vitaminnya." Anak-anak PAUD sudah duduk melingkar di atas tikar pandan besar, diteduhi pohon flamboyan yang sedang mabuk bunga merah. Sepoi-sepoi membuat ranting bergemerisik seperti bisikan rahasia. Masing-masing murid memegang tanaman yang mereka bawa dari rumah—ada pot plastik mungil, bahkan ada yang hanya berisi segenggam rumput. "Ibuku nanam bunga mawar! Wanginya kayak minyak rambut Ayah," seru Lintang sambil mengangkat pot kecilnya, disambut gelak tawa teman-teman.
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 965 Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
Ketika Ibuku Menikah Lagi

Ketika Ibuku Menikah Lagi

Mami langsung menggeser tombol hijau dari ponselnya lalu menempelkannya di telinga sebelah kanan. "Sir, gue punya barang baru, nih. Masih gres alias orisinil. Daun muda. Sangat sangat muda," ucap mami berbicara dengan seseorang di telepon. "Kali ini gue serius. Beneran masih disegel," lanjut mami.
1017.7K viewsCompletedAdded to Library 443 Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
Kuhempaskan Suami Benalu dan Keluarganya

Kuhempaskan Suami Benalu dan Keluarganya

omel Bu Desi sambil menjewer telinga kiri Lila. "Aduh, duuhh… Ampun, Bu! Iya, iya, aku salah. Aku baru semalam aja kok nyobain. Itu juga nggak banyak, cuma beberapa teguk aja, Bu!" Lila memegangi telinganya sambil meringis kesakitan.
9.2183.7K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir

"Ihhh mama.... Aku kan udah dewasa ma. Bentar lagi juga aku lulus sekolah menengah atas." "Udah kamu gak usah ikut-ikutan.." "Ia maaa, iaaaa" Setelah selesai makan, semua mengambil selembar daun dari tanaman buah cery penyembuh. Saat Delia memasukkan daun tersebut kedalam mulutnya, Delia merasakan sensasi dingin di sekitar mulutnya dengan rasa manis dari daun tersebut. Tak lama kemudian daun yang berwarna ke ungu-unguan tersebut habis di mulut dengan sekejap.
1014.8K viewsOngoingAdded to Library 444 Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
TAKDIR CINTA NADIA

TAKDIR CINTA NADIA

"Sudah, itu saja!" Bela berlari mencari daun tujuh rupa dengan segera, sebab waktu hanya diberikan sepuluh menit. Mulai dari daun mangga, daun pepaya, daun kamboja, daun bunga mawar, daun sirsak, daun pisang, dan daun kelor. Semua dikumpulkan, beruntung sekolah itu memiliki taman yang luas. Jadi, tidak sulit untuk menyelesaikan hukuman yang diberikan. "Ini, Kak." Bela memberikan seluruh daun yang digenggam.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 268 Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

Airish merasakan daun telinganya memanas dan seperti ada sesuatu yang melesat begitu cepat, bersamaan dengan hembusan angin yang menyapu daerah wajah kirinya, mengayunkan rambut belakangnya dan sesuatu benda terpantul dari tiang besi yang berada di belakang Airish tempat dirinya bersandar tadi. Rasa panas di daun telinga kirinya perlahan berubah menjadi perih dan sakit. Airish meraba daun telinganya dengan jari telunjuk. Ada sesuatu yang meleleh di sana, daun telinganya itu berair, dan saat Airish memastikannya dengan mata, Airish sungguh tak percaya saat kini di jari telunjuknya terdapat bercak darah segar. Airish meraba kembali daerah sekitar daun telinganya, ternyata benar, daun telinga k
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 239 Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
ANGELA (Sang Perias Jenazah)

ANGELA (Sang Perias Jenazah)

"Bisa saja kalau dia mau. Kalau tidak, ya, aku tidak bisa memaksanya." "Maaf, nih, An. Katamu kuping berdengung hebat tapi kok bisa mendengar kami bicara?" Dahlia bertanya heran. "Seperti kau membelah agar-agar memakai pisau. Nah, suara kalian itulah pisaunya. Begitu pisau ditarik agar-agarnya kembali merapat." "Manarik! Mungkin kau bisa memasang headset di telingamu untuk mendengar orang bernyanyi agar tidak berdengung."
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 332 Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Dyah berpura-pura membenarkan posisi bayi. "Oalah, le. Surga menunggumu, Nak," ucap Dyah sambil membolak-balikan posisi yusuf. Sampai akhirnya Dyah menemukan tanda itu. Tanda hitam di balik daun telinga Yusuf. Deg. Dada Dyah berdegub kencang, gemetar rasanya tangan Dyah berkelana memeriksa sebelah kiri daun telingga Yusuf.
1076.4K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Tidak ada suara denting besi pandai, hanya suara gesekan pisau ukir, tumbukan alu batu, dan goresan ujung pengutik di atas daun kering. Di sudut ruangan, Dewi sedang meracik penawar. Ia menggerus daun sambiloto, akar jintan hitam, dan sedikit kapur barus hingga menjadi pasta yang sangat pahit. "Asap Dupa Senja itu masuk melalui paru-paru dan mengikat darah," jelasnya sambil membagi pasta itu ke dalam bungkusan daun kecil. "Kita tidak bisa menahan napas sepanjang malam. Sebelum masuk ke kapal, letakkan pasta ini di bawah lidah. Rasa pahitnya akan menjaga pikiran tetap jernih dan menetralkan racun manis itu sebelum mencapai otak."
10683 viewsCompletedAdded to Library 26 Times as panas daun telinga kiri
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status