Cinta di Ujung Perpisahan
“Nggak, Non. Bibi udah masak pancake pesanan Non. Tapi barusan Mamang dari rumah Ibu Rindu telepon, katanya kirim sarapan buat Non.”
Mendengar itu, Kinara dan Aditama spontan menoleh satu sama lain. Tatapan mereka berbicara lebih dari seribu kata—kompak menghela napas pendek, sebelum duduk di kursi makan.
Kinara membuka mangkuk yang dimaksud Bibi dan mendapati semangkuk bubur lengkap dengan irisan telur, kacang kedelai, daun bawang. Kinara terdiam menatap bubur yang topingnya tidak hanya ayam suwir, tapi juga ada toping lain yang membuatkan tidak percaya dengan apa yang dia lihat yaitu seonggok sayur toge rebus. Tidak, sayur itu hampir memenuhi mangkuk di hadapannya.
Hot Chapters