Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lelaki Pilihan Surga

Lelaki Pilihan Surga

“Kamu pernah bertanya tentang rumah. Untuk apa aku menghabiskan tenaga dan pikiranku untuk memikirkan sesuatu yang nyata aku tidak mampu miliki. Sedang, aku pun tidak selamanya hidup. Yang abadi itu, di surga. Dan aku lebih memilih mempersiapkan hunian abadiku di sana.” Air mata Citra mengalir. Tiba-tiba, ada perasaan yang berbeda hadir di relung hatinya. Dia teringat akan dirinya sendiri. Dia teringat, betapa tidak siapnya ia. Jika sewaktu-waktu, Allah memanggilnya kembali. “Inilah dunia Cit. Tempat kita berjuang, tempatnya lelah dalam mencari bekal. Menuju kehidupan yang abadi,” sambung Aara, dengan senyuman.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai pangeran surga
Baca
+Pustaka
Pantaskah Surga Untuknya?

Pantaskah Surga Untuknya?

Tangannya masih lemah, tapi kalimat itu mengalir pelan, tinta tergores dalam kertas menyulam beberapa kata. "Aku tak pantas mendapatkan surga. Akan tetapi, aku akan menutup setiap luka ini... agar kelak aku bisa berdiri di gerbang surga, bukan sebagai lelaki yang disambut, tapi lelaki yang akhirnya layak mengetuk."
10820 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai pangeran surga
Baca
+Pustaka
Pangeran Langit Mencari Cinta

Pangeran Langit Mencari Cinta

“Dia adalah anakku. Namanya Sora.” “Sora…” ucapku pelan. Selain wajahnya yang sangat mirip denganku, aku tidak menyangka bahwa nama kami pun sama. Sora. Hanya saja, di Kerajaan Langit, tidak pernah ada yang memanggil dengan namaku itu. Semua orang di Kerajaan Langit memanggil satu sama lain dengan kedudukan mereka. Aku biasa disebut Pangeran Langit. Sama sekali tidak pernah tebersit di benakku bahwa aku akan bertemu dengan diriku versi manusia bumi!
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai pangeran surga
Baca
+Pustaka
Aroma Manis

Aroma Manis

"Apa salahnya berpikiran seperti itu? Kalian selalu sirik saja!" "Sirik? Maaf, kami pun berimajinasi akan adanya pangeran tampan, tapi tidak seberlebihan dirimu yang dapat membuat kami gila atau melakukan sesuatu yang tidak berguna dan berujung merugikan, kami hanya ingin membuatmu sadar, sadar bahwa Alpha Aralt telah memiliki mate, dan mate-nya adalah Luna Emely, Emely Hazel yang memang pantas berada di sisinya, juga sebagai penerang ketika ia dalam kegelapan."
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai pangeran surga
Baca
+Pustaka
BHARATA (Pendekar Naga Bumi)

BHARATA (Pendekar Naga Bumi)

“Itulah wajahku, dan kau sudah melihatnya dari sisi-sisinya. Pada saat aku menyadari sepenuhnya, maka aku telah terlambat.” “Apa yang terlambat?,” bertanya Pawana. Pangeran Nayaka mengangkat wajahnya. Ia pun kemudian tertawa sambil berkata, “Ah, aku telah bermimpi lagi. Sudahlah, aku akan kembali. Aku akan tidur nyenyak. Besok aku akan melatih seekor kudaku yang baru, yang nampaknya terlalu dungu meskipun tubuhnya tegap tegar dan warnanya yang putih sangat menarik. Aku berinama kuda itu Turangga Seta. Itu kudaku yang pertama yang aku berinama,"
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai pangeran surga
Baca
+Pustaka
Istri dari Surga

Istri dari Surga

Firda menunggu mereka di kamar sambil menidurkan putrinya. Setelah mereka pulang, Firda keluar dan langsung membereskan teras yang penuh dengan sampah bekas makanan, juga gelas bekas minum yang berantakan. Rayan berjalan tertatih menggunakan tongkat ke kamar dan langsung merebahkan tubuhnya. Firda hanya memperhatikan. Entah do'a atau mantra apa yang diucapkan oleh orang yang disebut Kyai Guntur di tempat pengobatan alternatif tadi.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai pangeran surga
Baca
+Pustaka
Pelayan Hati Sang Pangeran

Pelayan Hati Sang Pangeran

"Tidak jadi kuliah lagi? Ngomong-ngomong kemarin Mas Surya dapat tamu dari teman seangkatan pas mati suri." "Mati suri." Suryawijaya membeo dengan kesal. "Aku kemarin hanya menjadi pangeran tidur." "Huek... pangeran tidur..." Iwan tertawa saking lucunya pengharapan Suryawijaya itu. "Nawangsih itu maunya pangeran berkuda putih, nggak mau dia pangeran tidur. Ora mbois." Suryawijaya menghabiskan susunya, konon Ibunya bilang itu untuk perbaikan tulangnya yang patah.
1046.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pangeran surga
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Sukmawati Dewi
Keikhlasan mereka semua membuat akhir dari permainan semesta begitu indah. Pandu menggantikan Ayahanda, Suryawijaya dan Nawangsih bersatu dalam pernikahan. Sang Pangeran akhirnya menjadi pemilik sang pelayan hati dan menjadikannya pendamping hidup untuk selamanya. Ibunda pun menjadi janda bahagia...️
cheepychan
yang ditakdirkan untukmu pasti ada jalan untuk didapatkan begitu juga cinta mas Uya n nawang. ditimpa banyak cobaan dipisah jarak akhirnya sebentar lagi bakal bersatu. jadi bayangin Nawang orasi sambil senyum gingsulnya jadi banyak penggemar gara2 calegnya cantik,smoga aja mas Uya gak cemburu ya....
Baca Semua Ulasan
MERINDUKAN SURGA

MERINDUKAN SURGA

Dia mendongak ke atas, menatap langit yang cantik. “Nenek, Ibu, Ayah … Apa mungkin malam ini Salma akan menyusul kalian?” Salma tersenyum. Dia pasrah apa yang akan terjadi selanjutnya. “Ya Rabb … aku tahu, dosaku setinggi gunung dan sedalam lautan. Tetapi, aku tetap merindukan surgaMu.”
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai pangeran surga
Baca
+Pustaka
Selir Sang Pangeran

Selir Sang Pangeran

ucap Raja memulai pembicaraan. Ketiga pangeran mengangkat wajah. Adiguna terlihat senang karena sebentar lagi dia yang akan menggantikan posisi ayahnya. Abimana tampak tenang dan mendengarkan ucapan itu dengan khidmat. Wijaya yang terlihat berbeda karena wajahnya terdapat bekas luka. Lelaki itu terlihat tenang karena sejak awal sudah mengatakan tidak bersedia menggantikan ayahnya.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai pangeran surga
Baca
+Pustaka
Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

“Sejauh mana perkembangannya?” Aisar sudah meremas pinggiran jendela hingga buku jarinya memutih. “Belum ada kepastian, Tuan. Prajurit kita masih mencari keberadaan Pangeran dan Rowan—pengawalnya—” “Berhenti memanggilnya Pangeran, Silas. Atau aku akan merobek mulutmu,” ujar Aisar dingin. Dia memejamkan matanya sebentar, lalu kembali menatap menara tinggi itu lebih dalam.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pangeran surga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status