Enigmasif
"Salah, ya? Selama ini kamu kan, sering manggil aku dengan sebutan kesayanganmu. Jadi, nggak ada salahnya juga kalau aku pengin punya panggilan kesayanganku untuk kamu."
Hazmi terseyum. Lebih tepatnya tersipu. Seolah-olah ada kupu-kupu yang beterbangan di hatinya. "Boleh, panggilannya yang keren dikit kali, masa panggil suami doang?" protes Hazmi.
"Mau dipanggil apa? Aku nggak bisa ngarang panggilan sayang. Udah, gitu aja, deh."
"Nggak mau, aku nggak terima kamu cuma panggil sebutan itu."
Chapitres populaires