Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

Belum aja aku melanjutkan ucapanku, dari bangku pengunjung kantin, kita semua mendengar dua santriwati yang sedang berkelahi sambil mendorong temannya. "Heh, dasar kamu, penipu ya!" teriak santriwati itu dengan sarkas. ***
10129.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Milky Way on The Midnight Starlight

Milky Way on The Midnight Starlight

Sebelum membuka pintu depan, kubalikkan badan dan melambai ke arah Rani sebagai ucapan terima kasih telah mengantar hingga ke rumah. Footnote: *Kamu (perempuan) dalam bahasa arab **Saya dalam bahasa arab ***Lha ya jelas donk, Ran. Yang namanya santri itu di mana-mana pasti hafal Qur'an, tutur katanya santun terjaga. Apalagi dia mendapat mandat tugas dakwah di desa ini, pastinya harus pandai belajar mengambil hati para warga. Lha kalau santri kok kelakuannya macam preman, itu justru harus dipertanyakan status santrinya. Jangan-jangan dia di pondok cuma numpang gedein badan doank, kerjaannya cuma makan-tidur sampai badannya lebar?
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Namun Ratu justru tahu apa maksud dari patung itu. "Pendekar Guntur Saketi pernah sekali tengah membuat patung ini, dia seperti sedang membaca sebuah syair. Namun lirik dari syairnya sedikit aneh. Seolah dia tengah menyampaikan sesuatu padaku." ucap Ratu membuat Jaka menoleh ke arahnya dan dengan pandangan penuh harap Jaka bertanya,"Apa yang dia katakan Ratu?"
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Tapi di dunia nyata tidak secanggih di Saranjana. “Bapak-bapak mau pesan apa.?” Tanya Ibu Siti pemilik warung. “Pesan cumi 6 porsi dan nasi satu karung.” Panglima Abdullah dengan mantap memesan. “Bapak jangan bercanda masa pesan nasi satu karung ada-ada saja” Ibu Siti tertawa ia kira Abdullah sedang bercanda. “Salah Panglima, bukan satu karung nasi tapi satu bakul.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Sudah banyak yang end juga lho : 1. Dilamar Anak Kiai (end) 2. Istriku (berubah) Seksi (end) 3. Istri Mudaku (end) 4. Aku Mencintai Suamimu, Mbak! (end) 5. Naik Ranjang Ibuku (on going) 6. Iparku Cintaku (on going - baru banget) 7. Pelacur pun Bertasbih (baru banget, dijamin bikin berdebar-debar. Kisah dengan latar pemsantren)
1071.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

Perlahan rumah penduduk mulai terlihat, setelah melewati begitu banyak pepohonan yang tinggi menjulang, suara khas hewan yang menjerit di antara rimbunnya dedaunan. Lee mengulas senyuman, saat satu gapura mulai terlihat dengan tulisan selamat datang menyambutnya. Motor itu memasuki sebuah pondok pesantren berlantai dua. Tak besar, tapi jelas terlihat banyak santri dari anak kecil berumur sekitar lima tahunan, sampai dewasa seperti yang tadi menjemputnya.
1034.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Pelayan Sang Tuan

Pelayan Sang Tuan

Istri Sang Tuan Pandangan Davina dan Dirga saling bertemu untuk beberapa saat yang lama. Kedua pasang mata mereka saling melekat satu sama lain. “Siapa dia?” Brian dan Davina menoleh, keduanya saling pandang sejenak sebelum menjawab bersamaan dengan jawaban yang berbeda. “Pelayan Anda.” “Keponakanku.” Kening Dirga berkerut dengan kedua jawaban tersebut. Menatap Davina dan Brian bergantian.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 546 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

tanyanya sedikit penasaran. “Betah saja kamu pacaran sama cowok pelit,” celetuk Opik membuat Sri terkejut. Wajahnya memerah karena teman teman SPG langsung menatapnya. “Beneran Sri, Ali pelit?” tanya Hani. “Malas banget pacaran sama orang pelit,” tukas Dewi. “Makan ati mlulu tuh,” cibir Ratna sambil tertawa. Reaksi teman-temannya membuat Sri mati kutu. Bingung mau jawab apa karena yang diucapkan tema-temannya benar semua.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

ucap santriwati di sebelah Ceu Sari membuat semua orang di sana tergelak. “Hem …” gumam Ummi Sarah meninggalkan mereka. “Berapa hasil panen?” tanya Ummi Sarah pada salah satu Rois di pesantren. (Rois yaitu ketua santri) “Ummi, banyak! Enam puluh kilo lebih,” jawabnya. “Ummi ini hobi apa usaha sih?” ucap santriwan yang lain dan ikut membantu menimbang. Ummi Sarah hanya tersenyum tipis.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
GEOVANE

GEOVANE

Jika ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Bila ada umur yang panjang, boleh kita berjumpa lagi. Itu adalah pantun lama yang tidak asing lagi di setiap telinga warga Indonesia. Alih-alih menutup sebuah pidato dengan kalimat perpisahan yang mengalami pembaruan, sebagian besar justru menggunakan kalimat itu secara berulang di setiap kesempatan.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status