Dihina Karena Tidak Memakai Perhiasan
Suami Mbak Anggi itu tersenyum sinis ke arahku, dengan menelisik pakaianku dari atas hingga bawah.
"Siapa yang meminta kamu interview di sini? Atas rekomendasi siapa kamu berani datang ke kantor Endan Group?" telisik pak Adi dengan memicingkan matanya.
"Bisa-bisanya orang seperti kamu mau melamar kerja di pabrik besar ini. Yakin, kamu mampu bekerja dengan baik?" cibir Pak Adi, bibirnya mencebik.
"Bukan urusan, Bapak! Lagipula anda tidak berhak menentukan saya pantas atau tidak bekerja di pabrik ini, semua keputusan ada di tangan Pak Krisna," jawabku ketus.